Karena postingan ini bisa bikin kamu lebih jago Excel 😭📊
Kalau selama ini Excel cuma dipakai buat ngetik data atau bikin tabel biasa, berarti kamu belum kenal sama rumus-rumus yang bikin kerjaan jadi jauh lebih cepat!
Di postingan ini kamu bakal belajar:
✅ Rumus dasar Excel untuk pemula
✅ Cara membersihkan & merapikan data
✅ Rumus logika (IF, AND, OR, dll)
✅ VLOOKUP, XLOOKUP, INDEX MATCH
✅ SUMIF, COUNTIF, dan rumus perhitungan lainnya
Cocok buat:
📚 Pelajar & mahasiswa
💼 Anak magang
👩💻 Fresh graduate
📈 Siapa aja yang pengen upgrade skill kerja
Save dulu postingan ini biar gak hilang, karena sewaktu-waktu pasti kepake! ⭐
👇 Dari 1–10, seberapa jago kamu pakai Excel sekarang?
... Baca selengkapnyaSalah satu rumus yang sering kelewat tapi sebenarnya kepake banget di Excel adalah rumus INT. Kalau kamu sering ngolah angka dengan koma atau hasil perhitungan yang panjang, INT bisa bantu banget buat ngerapihin semuanya.
Secara sederhana, rumus INT itu dipakai buat membulatkan angka ke bawah ke bilangan bulat terdekat. Bentuk dasarnya:
INT(angka)
atau biasanya:
=INT(A1)
Jadi kalau di sel A1 ada angka 12,9 maka INT(A1) hasilnya 12. Bukan 13, karena INT selalu membulatkan ke bawah (floor), bukan ke atas.
Aku pertama kali pakai rumus INT waktu ngitung jam kerja dari data durasi dalam bentuk desimal. Misalnya ada durasi 7,75 jam. Dengan INT, aku bisa ambil bagian jam penuhnya saja:
=INT(7,75) → hasil: 7
Biasanya aku gabung rumus INT sama fungsi lain, misalnya mau misahin jam dan menit:
- Jam: =INT(A1)
- Menit: =(A1-INT(A1))*60
Ini berguna banget kalau kamu lagi bikin laporan kerja, rekap lembur, atau ngolah data waktu dari sistem.
Hal lain yang penting: rumus INT juga bisa dipakai buat angka negatif. Misalnya:
=INT(-3,2) → hasil: -4
Karena dia "membulatkan ke bawah", untuk angka negatif itu artinya menjauh dari nol. Awalnya aku sempat kaget, tapi setelah dipakai di beberapa dataset, jadi paham logikanya.
Beberapa contoh penggunaan rumus INT yang sering aku pakai:
1. Mengelompokkan data ke kategori
Misalnya kamu punya nilai ujian di kolom A dan mau kelompokkan per 10 poin:
=INT(A2/10)
Nanti hasilnya bisa dipakai buat bikin kategori seperti 0–9, 10–19, 20–29, dan seterusnya.
2. Bikin kode batch atau nomor grup
Kalau ada nomor urut panjang dan kamu mau bagi jadi grup:
=INT(A2/50)
Setiap 50 baris akan masuk ke satu grup. Cocok kalau lagi bikin batch produksi atau kelompok data.
3. Ngerapihin hasil perhitungan diskon
Kadang setelah hitung diskon, hasilnya berupa desimal yang nggak enak dilihat. Kamu bisa ambil bagian bilangan bulat dulu:
=INT(harga_setelah_diskon)
Baru setelah itu, kalau perlu, pakai rumus lain buat pembulatan tertentu.
Biar makin kebayang, coba latihan kecil:
- Ketik angka 5,3 di A1 → di B1 tulis =INT(A1)
- Ketik angka 10,99 di A2 → di B2 tulis =INT(A2)
- Ketik angka -2,7 di A3 → di B3 tulis =INT(A3)
Lihat sendiri gimana hasilnya di tiap kasus.
Tips pribadi: aku biasanya kombinasiin rumus INT sama SUM, AVERAGE, dan MOD buat analisis angka yang rapi. Misalnya INT buat ambil bagian utamanya, MOD buat sisa bagiannya. Kalau kamu udah nyaman dengan dasar-dasar Excel seperti SUM, AVERAGE, COUNT, MAX, MIN, cobain mulai masukin INT ke workflow kamu.
Kalau kamu masih suka bingung bedanya INT sama ROUND, aku biasanya pakai aturan simpel: INT buat selalu ke bawah, ROUND buat pembulatan umum (bisa ke atas atau ke bawah tergantung desimal). Tergantung kebutuhan, pilih yang paling pas.
Coba sekarang cek file Excel kamu, pasti ada minimal satu kasus di mana INT bisa bikin data kelihatan jauh lebih rapi dan mudah dibaca. Biasain pakai pelan-pelan, lama-lama jadi otomatis kepikiran "ini kayaknya bisa diberesin pakai INT deh".