Nasehat Bagian 8
Kadang kalimat, "jika aku meninggal nanti" muncul di kepala pas lagi sendiri, apalagi setelah lihat berita duka atau dengar kabar orang yang kita kenal meninggal. Rasanya hati langsung keingat, suatu hari giliran kita juga akan datang. Dari situ, aku mulai sering merenung: kalau aku meninggal nanti, apa yang sudah aku bawa untuk ketemu Allah? Doa di gambar itu sebenarnya lahir dari rasa takut sekaligus rindu. Takut dengan dosa-dosa sendiri, tapi juga rindu ingin dekat dengan Allah. Kalimat, "Ya Allah, di dunia ini aku tak bisa melihat-Mu, maka jangan Engkau haramkan aku untuk melihat wajah-Mu setelah aku meninggal nanti" buat aku jadi lebih hati-hati dalam hidup. Seolah-olah tiap langkah itu ujian: apakah ini mendekatkan atau menjauhkan aku dari kesempatan melihat wajah-Nya kelak. Sejak sering merenungkan kematian, aku punya beberapa kebiasaan kecil yang coba terus dijaga. Misalnya, sebelum tidur aku biasakan istighfar pelan-pelan sambil mengingat kesalahan hari itu. Bukan karena merasa sudah suci, justru sebaliknya, karena sadar banget kalau ajal itu nggak nunggu kita siap. Aku juga mulai lebih sering kirim doa untuk orang tua, karena kalau aku meninggal nanti, aku juga berharap ada yang mendoakan aku. Hal lain yang aku rasakan, mengingat kematian itu bikin hati lebih gampang melepas hal-hal duniawi. Misalnya, kalau lagi sedih karena masalah rezeki atau merasa dibanding-bandingkan sama pencapaian orang lain, aku ingat: pada akhirnya semua akan ditinggal. Yang ikut sampai kubur cuma amal, doa, dan rahmat Allah. Kata-kata seperti ini sering aku jadikan notifikasi kebaikan buat diri sendiri, biar nggak terlalu larut dalam urusan dunia. Kalimat "jika aku meninggal nanti" juga jadi semacam pengingat untuk memperbaiki hubungan dengan orang lain. Kita nggak pernah tahu, obrolan terakhir dengan seseorang bisa jadi benar-benar yang terakhir. Jadi aku belajar untuk lebih cepat minta maaf, lebih sering bilang terima kasih, dan nggak menunda berbuat baik kalau memang bisa dilakukan sekarang. Kalau kamu juga sering terlintas pikiran, "kalau aku meninggal nanti gimana ya?" menurutku itu bukan hal yang harus ditakuti berlebihan, tapi dijadikan trigger buat lebih dekat dengan Allah. Perbanyak doa, perbaiki shalat, jaga lisan, dan jangan remehkan kebaikan kecil. Semoga saat kita benar-benar meninggal nanti, Allah ridha dan mengizinkan kita melihat wajah-Nya dengan penuh rahmat. Aamiin.




























