... Baca selengkapnyaKalau lihat foto tempe bacem close up yang warnanya cokelat gelap, agak mengkilap dan kelihatan legit, biasanya orang langsung kepikiran: ini bumbunya apa sih kok bisa meresap banget? Di resep ini, kuncinya menurutku ada di dua hal: pemilihan tempe dan cara merebus sampai bumbu benar-benar masuk.
Untuk tempe, aku biasanya pilih tempe yang teksturnya padat tapi tidak terlalu tua, jadi serat kedelainya masih halus. Tempe yang terlalu tua kadang bikin hasil bacem jadi agak keras dan kering, apalagi setelah digoreng. Potong tempe jangan terlalu tipis, supaya waktu difoto close up kelihatan tebal, berlapis, dan bagian dalamnya masih lembap.
Bagian yang paling menentukan tampilan tempe bacem manis pedas yang menggoda itu warna kecokelatan gelapnya. Warna ini datang dari kombinasi gula merah dan kecap manis yang dimasak pelan bersama air kelapa. Aku suka pakai air kelapa karena hasil akhirnya lebih gurih dan aromanya wangi, tapi kalau tidak ada, pakai air biasa juga tetap enak. Yang penting, masaknya jangan buru-buru dan biarkan kuah menyusut perlahan sampai bumbu menempel di permukaan tempe.
Supaya bumbu meresap maksimal, usahakan tempe terendam rata di kuah bacem saat proses perebusan. Kalau air mulai menyusut, balik tempe sekali dua kali saja, jangan terlalu sering diaduk supaya tidak hancur. Setelah api dimatikan, diamkan dulu beberapa menit. Di tahap ini, biasanya rasa manis pedas dan gurihnya makin kuat, jadi waktu digoreng dan difoto close up, permukaannya terlihat karamellis dan bertekstur.
Untuk sensasi manis pedas, aku biasanya menambahkan irisan cabai rawit atau cabai merah besar saat merebus, atau bisa juga sambalnya dipisah. Kalau mau versi tempe bacem manis saja, tinggal skip cabai dan fokus di gula merah plus kecap manisnya. Versi manis pedas ini enak banget dipadukan dengan nasi putih hangat, lalapan, dan sambal bawang.
Kalau kamu suka foto makanan, tempe bacem ini juga fotogenik banget. Tipsku: sajikan di mangkuk atau piring berwarna kontras (misalnya hijau atau putih), susun tempe bacem agak menumpuk, lalu ambil gambar close up dari samping supaya kelihatan pinggiran tempe yang kecokelatan dan bagian dalamnya yang empuk. Sedikit minyak di permukaan justru bikin tempe bacem manis pedas terlihat makin menggoda di foto.
Tempe bacem close up seperti ini juga tahan disimpan. Biasanya aku bikin agak banyak, simpan di kulkas setelah direbus (belum digoreng), lalu goreng secukupnya sebelum makan. Rasanya tetap enak, bahkan kadang lebih mantap karena bumbunya makin meresap.