Ternyata gak semua ODGJ
itu di rumah sakit jiwa
Ada juga yang masih bisa berangkat ke tempat kerja dan pura pura WARAS!
Berdasarkan pengalaman pribadi dan pengamatan dalam dunia kesehatan mental, seringkali stigma bahwa semua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) otomatis dirawat di rumah sakit jiwa tidak sepenuhnya benar. Banyak ODGJ yang justru masih aktif beraktivitas secara sosial, termasuk bekerja dan berinteraksi dalam lingkungan umum. Sebagai contoh, beberapa rekan kerja saya yang mengalami gangguan mental seperti depresi atau gangguan kecemasan kronis, tetap menjalani rutinitas harian mereka dengan sangat baik. Mereka ‘pura-pura waras’ agar tidak dianggap berbeda dan tetap diterima di lingkungan kerja. Tentu saja, hal ini membutuhkan kekuatan mental dan dukungan yang cukup besar. Penting untuk memahami bahwa gangguan jiwa tidak selalu terlihat dari luar. Banyak yang mampu mengelola kondisinya dengan bantuan profesional kesehatan, seperti tenaga medis (nakes), perawat, dan juga dukungan keluarga. Kesadaran akan kesehatan mental yang lebih terbuka juga membantu mereka untuk tidak tersembunyi dan tetap produktif. Saya percaya dengan memberikan dukungan yang tepat dan menghilangkan stigma negatif terhadap ODGJ, mereka bisa berkontribusi positif di masyarakat. Sosialisasi dan edukasi terkait kesehatan mental kepada publik sangat penting agar pemahaman yang ada kini dapat berubah menjadi lebih inklusif dan mendukung. Jadi, mari kita lihat ODGJ bukan hanya dari sisi keterbatasan, tapi juga dari sisi kemampuan dan potensi mereka ketika mendapatkan penanganan dan lingkungan yang mendukung.










tega