Sebagai tenaga kesehatan, terutama perawat, bidan, dan dokter, keseharian kami sering kali penuh dengan berbagai aktivitas yang menuntut fisik dan mental ekstra. Saya pribadi pernah mengalami situasi di mana setelah membantu persalinan, harus langsung menangani pasien dengan kondisi yang cukup rumit seperti jahit perineum, dehisensi luka operasi sesar, hingga membersihkan muntahan, urin, dan feses pasien. Walaupun pekerjaan ini sangat melelahkan, menjaga asupan makan menjadi sangat penting agar tubuh tetap bugar dan mampu menjalankan tugas dengan optimal. Saya biasanya membawa bekal makanan yang mudah dimakan dan bergizi supaya dapat makan kapan pun ada waktu sejenak. Makanan kecil seperti buah, kacang-kacangan, dan roti isi protein menjadi favorit saya. Selain itu, saya juga belajar untuk membuat prioritas dan memanfaatkan setiap jeda waktu dengan baik. Kadang makan sambil berdiri atau berjalan, demi memastikan bahwa kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi meski jadwal tidak teratur. Saya menemukan bahwa menjaga pola makan yang konsisten membantu saya tetap fokus dan kuat menghadapi tugas berat di lapangan. Pengalaman ini cukup menantang, namun juga memperkuat rasa hormat saya terhadap semua tenaga kesehatan yang bekerja tanpa kenal lelah. Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi bagi rekan-rekan nakes lain untuk tetap mengutamakan kesehatan diri sendiri di tengah kesibukan merawat orang lain.
1/25 Diedit ke
