2/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai tenaga kesehatan generasi Z, saya menyadari betul bahwa banyak dari kami memiliki prioritas yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kami bukan hanya berorientasi pada jabatan atau pangkat, melainkan lebih mengedepankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Istilah "pulang tenggo" sangat populer di kalangan kami, yang artinya pulang tepat waktu, tidak lembur dan tetap bisa menikmati waktu bersama keluarga atau diri sendiri. Pengalaman saya bekerja sebagai perawat menunjukkan bahwa bukan berarti kami tidak ingin berkembang atau berkontribusi secara maksimal. Justru, dengan menjaga waktu pulang yang teratur, kami merasa lebih segar dan siap memberikan pelayanan yang baik saat bertugas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama di rumah sakit dengan jam kerja yang ketat dan kadang menuntut lembur. Selain itu, tenaga kesehatan Gen Z juga mengutamakan komunikasi yang terbuka dan penggunaan teknologi dalam praktik medis. Kami sering menggunakan aplikasi untuk belajar atau berkoordinasi dengan rekan kerja. Sikap terbuka terhadap inovasi ini membantu kami memberikan pelayanan yang lebih cepat dan efektif. Namun, ada juga stigma dari pihak lain yang menganggap kami kurang ambisi atau malas. Padahal, fokus kami sebenarnya berbeda. Kami ingin karier yang berkelanjutan dan tidak mengorbankan kesehatan mental atau kualitas hidup. Sebagai perawat dan bidan Gen Z, kami berharap manajemen rumah sakit mulai memahami kebutuhan ini dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kerja dan hidup. Dengan demikian, tenaga kesehatan muda dapat bertahan lama dan memberikan pelayanan terbaik bagi pasien tanpa merasa terbebani dengan tekanan jabatan atau lembur.