2/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pribadi kalau denger istilah "gambar bermuka dua munafik" langsung kebayang orang yang di depan kita senyum, tapi di belakang omongannya beda 180 derajat. Di sosmed sering banget lewat meme atau gambar sindiran soal orang bermuka dua, entah itu temen kantor, keluarga, sampai pasangan. Kadang lucu, tapi kadang juga relate banget dan bikin kesal sendiri. Menurut aku, munafik itu bukan cuma soal agama, tapi sikap sehari-hari. Misalnya, di chat grup pura-pura peduli sama kamu, tapi di chat pribadi sama orang lain malah gibahin kamu. Atau di depan bos, dia keliatan paling rajin, tapi kerjaan banyak dilempar ke orang lain. Nah, gambar bermuka dua itu sering dipakai buat melambangkan tipe orang kayak gini. Ada juga versi yang lebih halus: keliatan baik, suka bantu, tapi ternyata ada maunya. Misalnya pura-pura dekat sama kamu pas butuh bantuan, tapi setelah itu hilang tanpa kabar. Di sini kadang kita pengen banget posting gambar sindiran, entah di story atau status, cuma buat meluapkan rasa sebel tanpa nyebut nama langsung. Kalau dikaitin sama konten tadi soal "kerja tanggal 16, 17, 18", aku jadi kepikiran juga. Ada orang yang suka nge-judge, seolah paling libur, paling enak, terus meremehkan yang masih kerja, termasuk nakes, perawat, dan bidan. Di depan bilang, "Ih kalian hebat, pejuang garda terdepan," tapi di belakang mereka ngeluh dan ngomong yang nggak-nggak, bahkan kadang nggak menghargai aturan dan antrian di faskes. Buat aku, itu juga bentuk lain dari sikap bermuka dua. Aku pernah di posisi ngerasa disindir halus lewat gambar bermuka dua gini. Awalnya sakit hati, tapi lama-lama aku jadi mikir: mungkin postingan itu datang karena mereka juga pernah disakitin orang bermuka dua. Akhirnya aku belajar buat lebih jaga sikap: kalau nggak suka, ya ngomong baik-baik, bukan pura-pura oke tapi di belakang ngomel. Kalau kamu lagi cari gambar bermuka dua munafik buat sindiran, coba pikir dulu: tujuan kamu cuma mau melampiaskan emosi, atau ada hal yang bisa dikomunikasikan langsung? Kadang ngobrol pelan-pelan lebih menyelesaikan masalah daripada perang story. Tapi kalaupun mau pakai gambar sindiran, pilih yang masih sopan dan nggak nyebut nama, biar tetap elegan dan nggak balik nyakitin diri sendiri. Intinya, daripada kebanyakan ketemu orang bermuka dua, mending kita fokus jadi orang yang satu muka aja: di depan dan di belakang sama. Capek memang, tapi rasanya lebih lega dan hidup juga jadi lebih tenang.