Ya Allah Ya Allah
Menjadi tenaga kesehatan, terutama perawat, bidan, dan pekerja di bidang anak kesehatan, bukanlah hal yang mudah. Dalam setiap perjalanan profesi ini, ada banyak cerita perjuangan yang jarang terdengar oleh masyarakat luas. Saya pernah mengalami masa-masa di mana kelelahan sudah sangat terasa, namun hati terus memanggil untuk tetap kuat dan berdoa. Doa menjadi kekuatan utama saya saat menghadapi tugas yang berat. Seperti yang tercermin dalam kalimat "mau ngeluh capek tapi keinget dulu buat dapetin ini semua harus tahajud, dhuha, puasa, hajad doa sambil nangis walaupun sekarang ngejalaninnya masih sambil ya Allah ya Allah," saya sendiri sering kali memulai hari dengan tahajud dan dhuha, memohon kekuatan agar dapat memberikan yang terbaik bagi pasien. Tidak jarang saya harus mengorbankan waktu tidur dan istirahat, namun keyakinan dan rasa tulus membantu saya melewati itu semua. Peran bidan dan perawat di ruang rawat anak memerlukan kesabaran dan kasih sayang yang tiada henti, sebab mereka bukan hanya memberikan pelayanan medis, tapi juga penghiburan bagi keluarga kecil yang sedang berjuang. Saya sangat mengerti betapa besar pengorbanan yang dibuat oleh semua rekan sejawat di lapangan. Selain teknik medis, kekuatan spiritual dan mental sangat penting untuk menjaga kualitas pelayanan. Pesan saya untuk teman-teman tenaga kesehatan dan bahkan masyarakat, jangan lupa untuk selalu menyisihkan waktu untuk berdoa dan menjaga kesehatan diri agar tetap bisa memberikan yang terbaik.








