Story nakes yg kabagian dinas pagi: Saat idul fitri memaafkan, idul adha merelakan.
Bekerja sebagai tenaga kesehatan selama hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha memang tidak mudah, terutama bagi yang mendapat jadwal dinas pagi. Dari pengalaman saya pribadi, saat Idul Fitri adalah waktu di mana kita diajak untuk memaafkan satu sama lain dan mempererat silaturahmi, namun dinas pagi membuat kami terkadang tidak bisa merayakannya secara penuh bersama keluarga. Sedangkan di Idul Adha, momen berkurban dan merelakan sesuatu demi kebaikan bersama sangat terasa. Bagi nakes, ini bukan hanya soal menjalani tugas medis, tapi juga soal pengorbanan dan ikhlas dalam menjalankan amanah. Momen ini mengajarkan saya dan rekan-rekan kerja untuk tetap kuat dan sabar, walaupun harus melewatkan waktu berkualitas dengan keluarga demi melayani pasien. Melalui pengalaman ini, saya belajar bahwa semangat Idul Fitri dan Idul Adha sebenarnya dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan kerja, dengan saling memaafkan kesalahan, dan merelakan waktu serta tenaga demi kepentingan yang lebih besar. Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat bahwa setiap pengorbanan memiliki makna mendalam, dan kebaikan bisa kita salurkan dalam berbagai bentuk, termasuk dalam profesi nakes.
































