2025/11/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, pertama kali lihat video Om Indro di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), aku kira dia bakal segalak itu terus. Tapi setelah sering nonton LIVE bareng Pak Erwin dan baca-baca cerita soal "sejarah gajah Indro", ternyata perjalanan dia panjang banget dan cukup bikin mikir soal hubungan manusia dan satwa liar. Dari obrolan di LIVE, sering banget disebut kalau Indro itu satu dari trio gajah jantan: Dono, Kasino, dan Indro. Banyak yang tanya, "Trio DKI pas ditangkap karena apa pak, apakah konflik pada saat itu?" Dari situ kebaca kalau mereka awalnya memang terkait konflik gajah-manusia, sampai akhirnya dibawa ke TNTN dan dilatih buat mitigasi konflik. Jadi bukan sekadar gajah tontonan, tapi benar-benar punya fungsi: bantu menghalau gajah liar supaya nggak terlalu masuk ke kebun warga. Yang menarik, banyak penonton penasaran, "om indro emang udah galak dari dulu ya pak?" atau "kenapa banyak yang takut sama Indro pak?" Ternyata kuncinya di mahout-nya. Di LIVE sering ditekankan, baik buruknya gajah itu sangat tergantung di mahoutnya: seberapa disiplin, konsisten, dan sayang sama gajah. Makanya kelihatan banget kalau Indro bisa manja, taruh belalainya di gading, atau nyamperin mahout yang dia percaya. Buat yang baru ikut ngikutin, istilah kayak BTN, TNTN, dan Flying Squad sempat bikin bingung. Secara sederhana, TNTN (Taman Nasional Tesso Nilo) itu kawasan konservasi di Riau yang jadi habitat gajah Sumatera. Di sana ada tim mahout dan gajah-gajah terlatih yang dipakai buat mitigasi konflik. Sementara gajah liar di luar itu biasanya masih benar-benar sensitif dan berisiko kalau ketemu manusia. Di kolom komentar LIVE, banyak juga yang bandingin cara menjinakkan gajah jantan vs betina. Katanya, gajah jantan seperti Indro dan Rahman cenderung lebih dominan dan butuh pendekatan khusus. Proses penjinakkan kadang dibantu gajah yang sudah jinak dulu, supaya yang baru bisa ikut tenang. Makanya seru banget waktu ada yang nanya, "pas penjinakan Indro apa pakai gajah jinak juga, pak?" karena dari situ kebuka proses panjang di balik sosok gajah viral yang kita lihat di kamera. Hal lain yang bikin aku makin respect adalah cerita soal kesehatan mereka. Sempat disinggung soal minimnya dokter hewan khusus gajah, masalah pencernaan, bahkan ada yang tanya, "maaf apa ada kuburan khusus gajah?" Dari situ kebayang kalau tiap gajah punya sejarah hidup dan mati yang diingat sama tim di lapangan, bukan cuma angka di data konservasi. Kalau kamu selama ini cuma tahu Indro sebagai "gajah galak" atau sekadar bahan meme, coba deh sekali-kali cari rekaman LIVE Pak Erwin cerita soal Indro, Dono, Kasino, dan Kapten Rahman. Cara beliau ngejelasin lembut, detail, dan kelihatan banget sayangnya sama gajah-gajah ini. Setelah paham sejarah gajah Indro dan perannya di Tesso Nilo, rasanya jadi lebih menghargai setiap video pendek yang lewat di FYP, karena di balik satu adegan lucu Indro, ada perjalanan panjang penjinakan, mitigasi konflik, dan perjuangan orang-orang di lapangan.