... Baca selengkapnyaHabitat gajah di kawasan Bentang Seblat, Bengkulu, menjadi salah satu rumah terakhir bagi gajah Sumatera yang kini menghadapi ancaman serius akibat pembabatan hutan besar-besaran.
Analisis pemantauan terbaru oleh Koalisi Selamatkan Seblat menunjukkan bahwa sejak Oktober 2024 hingga Januari 2025, pembukaan hutan terjadi secara masif dan ilegal di wilayah seluas lebih dari 1.500 hektare. Dua perusahaan kehutanan, PT Anugerah Pratama Inspirasi (API) dan PT Bentara Arga Timber (BAT), diketahui memiliki konsesi yang mencakup hampir 42 ribu hektare, namun pemantauan lapangan mengungkapkan kerusakan area sebesar lebih dari 14 ribu hektare yang meliputi belukar, kebun sawit, dan lahan terbuka.
Wilayah ini merupakan bagian dari Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) koridor gajah seluas hampir 81 ribu hektare yang sangat penting sebagai jalur jelajah atau home range bagi gajah Sumatera. Sayangnya, kerusakan hutan ini tidak hanya mengancam populasi satwa dilindungi tersebut tetapi juga mengganggu fungsi ekologis kawasan, termasuk stabilitas iklim dan hidrologis yang berperan menjaga keanekaragaman hayati dan keseimbangan alam sekitar.
Sejak 2020, Koalisi Selamatkan Seblat telah melakukan berbagai upaya mendesak pemerintah, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bengkulu, untuk mencabut izin pengusahaan hutan kayu (IUPHHK-HA) yang diterbitkan kepada kedua perusahaan tersebut. Usaha ini penting karena perusahaan yang memiliki konsesi dinilai tidak mematuhi kewajiban pengelolaan yang berkelanjutan dan membiarkan wilayah konsesinya dirambah dan diperjualbelikan secara ilegal.
Lokasi pembukaan hutan yang terdampak terletak di beberapa titik koordinat strategis yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat, kawasan taman nasional terbesar di Sumatera yang juga menjadi habitat kritis bagi satwa liar. Kehilangan hutan ini sekaligus mengurangi aset ekologis dan memperbesar risiko kepunahan bagi populasi gajah yang tersisa, yang jumlahnya kini kurang dari 50 ekor di wilayah Bengkulu.
Mengikuti akun sosial media @save.gajah.seblat dan mendukung kampanye #savegajahseblat, #lindungigajah, dan #gajahseblat menjadi salah satu cara untuk memperoleh update terbaru dan berkontribusi dalam upaya penyelamatan gajah Sumatera di Bentang Seblat. Kesadaran dan aksi bersama masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian habitat asli dan menjamin masa depan satwa endemik Indonesia ini.
Mari kita jaga rumah terakhir gajah Sumatera di Bengkulu demi keberlangsungan ekosistem dan warisan alam yang tak ternilai harganya.