Selama proses pemasangan GPS Collar pada gajah liar, ditemukan banyak gacil, semoga para gajah liar selalu sehat dan tetap lestari🐘
🎬original video by @bbksdariauofficial
Proses pemasangan GPS Collar pada gajah Sumatera liar merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian spesies yang semakin terancam ini. Dengan pemasangan alat pelacak tersebut, pihak konservasi dapat memantau pergerakan gajah secara real-time untuk mencegah konflik dengan manusia serta mengantisipasi potensi ancaman di habitatnya. Dalam video yang diambil selama proses ini, terlihat Kakek Mahout Domang, sosok yang sudah berpengalaman dalam merawat gajah, turut membantu pemasangan GPS Collar pada "Eyangnya Domang" yakni seekor gajah tua yang menjadi bagian dari kelompoknya. Mahout memiliki peranan vital karena kedekatan dan pemahaman terhadap karakter gajah, sehingga proses pemasangan dapat dilakukan secara aman dan minim stres bagi gajah. Dilaporkan selama kegiatan ini ditemukan banyak anak gajah (gacil) yang menandakan keberhasilan habitat mereka dalam mendukung kelangsungan hidup gajah Sumatera. Pemasangan GPS Collar yang melibatkan BBKSDA Riau serta Yayasan Nasional Taman Nasional Tesso Nilo juga bertujuan menjaga ekosistem dan memudahkan identifikasi pergerakan gajah agar jauh dari interaksi negatif dengan manusia, khususnya di zona konflik. Selain monitoring, data yang diperoleh dari GPS Collar dapat digunakan untuk menganalisis pola migrasi, zona makan, serta aktivitas gajah dalam ekosistem gambut yang rentan. Informasi tersebut berguna untuk melakukan pengelolaan kawasan konservasi yang lebih efektif dan menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan konservasi dan masyarakat sekitar. Harapan bersama dari pemasangan GPS Collar ini adalah supaya gajah Sumatera tetap lestari dan populasi mereka bertambah, mengingat kondisi gajah liar yang saat ini menghadapi berbagai ancaman seperti perusakan habitat dan perburuan. Upaya bersama antara mahout, lembaga konservasi, dan masyarakat akan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan satwa ikonik Indonesia ini.








































