MALU 🫣

aku sengaja nggak sinkronisasi kontak ke tiktok 😭

dan ternyata itu salah satu keputusan yang bikin aku lebih pede buat ngonten.

karena jujur aja…

kalau akun ini langsung ketemu temen, keluarga, mantan, atau orang kantor,

aku bakal mikir 1000x sebelum upload 😭

baru bikin video dikit udah kepikiran:

“ih nanti malu ga ya?”

“kalau diliat orang yang kenal gimana?”

“kalau kontennya jelek terus diketawain?”

akhirnya malah jadi takut eksplor.

padahal di awal ngonten tuh yang paling penting bukan langsung bagus,

tapi berani coba banyak hal.

coba angle baru.

coba ngomong depan kamera.

coba upload walaupun masih kaku.

coba jadi diri sendiri tanpa takut diliatin orang sekitar.

makanya aku pilih nggak sinkronisasi kontak dulu.

bukan karena anti sosial 😭

tapi karena pengen punya ruang aman buat belajar.

dan ternyata bener…

pas nggak kepikiran “siapa yang nonton”,

aku jadi lebih bebas upload.

lebih pede eksperimen.

lebih berani posting berkali-kali sehari.

lebih enjoy prosesnya.

karena kadang yang bikin kita susah berkembang bukan algoritma,

tapi rasa malu dilihat orang yang kita kenal 😭

jadi kalau sekarang kamu juga belum sinkronisasi kontak demi bikin diri lebih nyaman ngonten…

itu valid banget.

ga semua proses harus langsung diketahui semua orang.

kadang kita cuma butuh ruang kecil buat tumbuh pelan-pelan sampai akhirnya siap nunjukin hasilnya 🤍 #MyJourney #TipsLemon8 #creatortips

5/28 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBanyak dari kita yang baru mulai membuat konten sering merasa malu atau takut kalau video yang dibuat dilihat oleh orang yang dikenal, seperti teman, keluarga, atau rekan kerja. Saya merasakan hal ini sangat menghambat kreativitas dan semangat untuk terus mencoba hal baru. Dari pengalaman pribadi, keputusan untuk tidak sinkronisasi kontak di TikTok menjadi langkah penting untuk menciptakan ruang aman bagi diri sendiri dalam bereksplorasi. Tanpa tekanan dari 'siapa yang menonton,' saya bisa lebih bebas mencoba angle baru, berbicara di depan kamera dengan lebih natural, dan mengupload video walau hasilnya belum sempurna. Selain itu, membatasi penonton yang kita kenal juga mengurangi rasa khawatir ditertawakan atau dikritik secara langsung. Pada akhirnya, hal ini membantu kita menjaga fokus pada proses belajar dan peningkatan kemampuan, bukan hanya hasil akhir yang terlihat sempurna. Menurut saya, hal ini sangat penting terutama untuk yang baru memulai karier sebagai kreator dan membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri. Dalam konteks TikTok, akun yang tidak sinkron dengan kontak pun masih tetap bisa mendapatkan respon dan dukungan dari komunitas yang lebih luas, bahkan dari orang asing yang justru memberikan feedback yang lebih objektif dan membangun. Jadi, kalau kamu juga merasakan malu saat mulai bikin konten dan belum siap untuk orang terdekat mengetahuinya, tidak ada salahnya untuk menahan diri sinkronisasi kontak. Fokuslah dulu pada proses belajar dan eksplorasi sebanyak mungkin. Pada akhirnya, saat sudah merasa lebih percaya diri, kamu bisa membuka diri dan berbagi karya dengan lebih luas. Ingatlah bahwa semua orang memulai dari proses belajar yang tidak sempurna, dan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk tumbuh perlahan adalah hal yang sangat wajar dan penting.