Sinjai-Kaltim
merantau lah agar kamu tau rasanya jauh dari keluarga, itu tidaklah enak. #GoodBye2025 #Hello2026 #bugis #anakrantau
Sebagai anak rantau dari Sinjai yang sekarang tinggal di Kaltim, salah satu hal yang paling sering aku rindukan itu suasana TPI Sinjai. Buat yang belum tahu, TPI Sinjai itu Tempat Pelelangan Ikan yang jadi salah satu titik ramai di pesisir. Dulu waktu masih di kampung, aku sering diajak keluarga main ke sana pagi-pagi buta. Angin laut, teriakan pedagang, sampai bau amis ikan itu sekarang malah jadi kenangan yang bikin hati hangat. Waktu pertama kali merantau ke Kaltim, rasanya kayak kupu-kupu terbang melayang—kelihatan bebas, tapi sebenarnya banyak bingungnya. Di sini semua serba sendiri, tidak ada keluarga yang bisa langsung ditemui kalau lagi sedih. Di momen-momen sepi itu, kenangan di TPI Sinjai suka muncul: lihat orang-orang sibuk bekerja, nelayan pulang melaut, dan suasana yang mappau pa tania—ramai tapi terasa akrab. Dari situ aku belajar kalau hidup di kampung itu tidak mewah, tapi penuh rasa cukup. Merantau bikin aku makin "macca ko tu" dalam arti jadi lebih paham arti perjuangan orang tua. Dulu kupikir mereka biasa saja kerja tiap hari, tapi setelah sendiri di rantau, baru terasa beratnya mencari nafkah. Di Kaltim, aku juga ketemu banyak orang Bugis dan sesama anak rantau dari Sulsel. Kadang kami ngobrol soal kampung, soal Sinjai, soal TPI, dan dari situ rasa kangen sedikit berkurang. Ada perasaan sama-sama berjuang meski jauh dari rumah. Kalau lagi benar-benar kangen, aku suka buka foto-foto lama di pelabuhan dan TPI Sinjai, sekadar mengingatkan diri kalau aku pernah punya tempat yang sangat aku sayang. Di rantau ini, aku mulai pelan-pelan belajar ikhlas, lko molai melanjutkan hidup dengan versi diriku yang baru. Bukan berarti lupa kampung halaman, tapi menjadikan semua kenangan itu sebagai alasan untuk terus maju, supaya suatu hari nanti bisa pulang dengan kepala tegak. Buat kamu yang mungkin sekarang lagi cari info tentang TPI Sinjai atau lagi galau mau merantau dari Sinjai ke Kaltim atau kota lain, pesan kecil dariku: merantau itu memang tidak enak kalau bicara soal jauh dari keluarga, tapi di balik rasa sepi itu ada banyak pelajaran hidup. Nikmati prosesnya, tetap ingat asalmu, dan jangan malu rindu kampung sendiri.