Replying to @ҽll's ☩ semoga kebantu yaa 🫶🏻

2025/8/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur waktu pertama kali denger lagu BRB - "The Two Lips", yang kebayang di kepala aku itu langsung bibir two tone yang suka bikin insecure. Dari judulnya aja udah kerasa kayak ada cerita di balik "dua bibir" yang warnanya nggak sama, dan itu relatable banget sama banyak orang yang bibirnya gelap di pinggir, lebih terang di tengah, atau belang karena kebiasaan. Versi aku, makna lagu BRB - The Two Lips itu bisa dibaca sebagai simbol komunikasi dan perasaan yang nggak pernah benar-benar sama antara dua orang. Kayak dua bibir yang satu ngomong A, satu lagi ngomong B, jadinya pesan yang mau disampaikan nggak nyampe dengan jelas. Di kehidupan sehari-hari, ini kerasa banget pas kita lagi berusaha jujur, tapi yang keluar dari mulut malah setengah-setengah, sama kayak warna bibir yang two tone: nggak sepenuhnya gelap, nggak sepenuhnya terang. Aku ngaitin lagu ini sama perjalanan aku belajar nerima bibir sendiri. Bibir aku bukan tipe dua warna yang dramatis banget, tapi tetap ada bagian yang lebih gelap, apalagi di pinggir. Dulu aku lumayan malu kalau bare lips, sampai akhirnya nemu trik netralin warna bibir pakai cushion tipis di bagian atas dan bawah sebelum aplikasi gincu atau lip tint. Buat aku, proses dandan itu kayak cara kecil buat "menerjemahkan" perasaan ke tampilan yang bikin nyaman, sama kayak lirik lagu yang pelan-pelan ngejelasin isi hati. Kalau kamu punya bibir two tone dan lagi nyari cara biar lebih pede, aku biasanya mulai dengan netralkan warna bibir pakai cushion. Nggak usah tebal, cukup satu layer tipis di area yang paling gelap. Setelah itu baru masuk ke produk pigmented seperti stain plump tint atau tinted lip balm yang punya coverage lumayan. Aku suka yang hasilnya glossy sedikit, karena bikin bibir kelihatan sehat sekaligus nutupin perbedaan warna. Pengalaman nyari-nyari gincu yang bisa nutupin two tone lips juga mengajarkan aku soal rasa cukup dan penerimaan diri. Kadang kita pengen hasil yang super mulus dan sempurna, padahal bibir manusia normal tuh wajar banget kalau punya garis, tekstur, dan sedikit perbedaan warna. Di titik itu, makna lagu BRB - The Two Lips menurut aku juga nyentil: dua bibir, dua versi diri, yang pelan-pelan kita satukan lewat kejujuran, termasuk jujur sama diri sendiri kalau kita nggak perlu sempurna. Jadi kalau kamu lagi cari makna lagu BRB - The Two Lips, coba dengerin sambil ngaca dan liat bibir kamu sendiri. Rasain bedanya sebelum dan sesudah kamu rawat, kamu kasih lip balm, kamu netralkan dengan cushion. Buat aku, lagu itu kayak reminder kecil bahwa nggak apa-apa punya "two lips" yang nggak sama, selama kita pelan-pelan belajar ngerawat dan nerima apa adanya. Dan dari situ, pilihan pergincuan jadi bukan sekadar nutupin kekurangan, tapi cara kita nge-print versi diri yang paling bikin nyaman ke dunia luar.

Cari ·
raja sambel pracimantoro