... Baca selengkapnyaSebagai mahasiswa, terutama pas udah masuk tahap skripsi, aku baru kerasa banget bedanya pakai sumber ilmiah kayak Google Scholar dibanding cuma mengandalkan blog biasa. Di awal-awal kuliah aku sering cari teori di blog, tapi dosen beberapa kali negur karena sumbernya kurang bisa dipercaya. Dari situ aku mulai belajar pakai database ilmiah.
Keunggulan utama Google Scholar menurutku adalah informasi yang lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan. Di sana kamu bakal nemu jurnal, artikel ilmiah, skripsi, tesis, sampai disertasi yang ditulis peneliti beneran. Biasanya sudah melalui proses review, jadi isinya lebih rapi, lengkap, dan sesuai kaidah ilmiah. Selain itu, kamu bisa lihat juga siapa penulisnya, tahun terbit, bahkan bisa cek berapa kali artikel tersebut disitasi peneliti lain. Ini ngebantu banget buat milih referensi yang kuat untuk landasan teori skripsi.
Beda banget sama blog biasa yang kadang nggak jelas penulisnya siapa, referensinya dari mana, atau hanya opini pribadi. Buat tugas kuliah yang santai mungkin masih oke, tapi kalau udah sampai skripsi atau jurnal ilmiah, dosen biasanya minta referensi dari database resmi seperti Google Scholar atau ScienceDirect. Di ScienceDirect kamu bisa nemu banyak jurnal internasional, terutama yang berhubungan dengan sains dan teknologi. Memang nggak semua artikel gratis, tapi sering kali abstraknya saja sudah cukup buat ngasih gambaran isi penelitian.
Selain itu, aku juga sering pakai iPusnas buat cari buku digital gratis, terutama buku-buku teori dasar. Enaknya, iPusnas ini legal dan koleksinya lumayan lengkap untuk buku berbahasa Indonesia. Kalau butuh referensi berbahasa Inggris, kamu bisa cari di website seperti Literature.com atau perpustakaan digital luar negeri lainnya. Biasanya aku kombinasi: teori dasar dari buku di iPusnas, lalu pengembangan dan penelitian terbaru dari Google Scholar atau ScienceDirect.
Untuk ngerapihin tulisan bahasa Inggris, Grammarly tuh penyelamat banget. Waktu nulis abstrak bahasa Inggris, aku ketik dulu di Word, lalu aku cek di Grammarly untuk koreksi grammar, tanda baca, dan pemilihan kata. Rasanya jadi lebih percaya diri ngumpulin tugas ke dosen. Sementara itu, SlideShare aku pakai buat cari inspirasi template dan struktur presentasi. Bukan buat copy-paste isi, tapi lebih ke melihat cara orang lain menyusun slide supaya lebih menarik.
Kalau kampusmu menyediakan akses ke database jurnal berbayar, jangan lupa manfaatkan. Biasanya lewat situs kuliah atau perpustakaan kampus, kamu bisa login pakai akun mahasiswa dan otomatis dapat akses ke jurnal internasional premium. Ini sering disepelekan padahal sangat membantu untuk skripsi dan penelitian. Intinya, makin dini kamu terbiasa pakai website-website ilmiah ini, makin gampang nanti ngerjain tugas akhir karena sudah paham cara cari referensi yang kredibel dan cara mengutipnya dengan benar.