jadi awalnya aku cuma niat jualan dessert box aja, buat isi waktu luangku pas hamil adek limabulan tahun lalu dan ya mumpung lagi dikampung.
alhamdulilah laku keras di kalangan anak-anak sekolah sama temen kerjaanku dulu waktu masih kerja di garmen,
terus seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya aku selalu sisihin uang untuk ngasih gift mother's day ke ibu, nah tiba-tiba adekku ngide, apa bikin bento cake sendiri aja yaa kan mbak bisa bikin kue.
jujur aku sendiri juga penasaran skill lamaku ini masih bisa dipakai gak ya hehe, akhirnya aku iseng open p.o dari awal November, puji syukur langsung banjir orderan dooong sampai dilirik sama florist langgananku untuk kolaborasi bareng.. tanpa ba bi bu aku iyain karna kebetulan aku juga butuh dana tambahan untuk biaya tujuh bulanan adek, alhamdulilah laris manis sampai akhir januari.
dan aku rehat dari februari awal sampai bulan april kemarin karna keperluan melahirkan dan harus recovery sambil ngurus masa-masa newborn adek.
daaan tau gak? customerku udah pada nungguin aku comeback jualan lagi dooong, masyaallah tabarakallah bulan mei ini sampai juli udah masuk orderan kue tartnya, alhamdulilah aku mulai mau merambah ke size dan level yang lebih gede biar gak stuck di perbentoan aja.. karna ya kebetulan lagi rame nih kue ultah tema album hindia, daripada nyesel nolak mending aku take it sekalian chek ombak apakah aku cukup bisa atur waktu bikin kue sambil ngurus anak bayi.. bismillah ya temen-temen doain semoga usaha rumahanku lancar dan bisa berkembang dimanapun tempat, karna rencananya Agustus nanti mau ikut suami ke Tangerang jadi jualan lagi di kampung cuma sampai bulan juli aja huhuhu..
ini ceritaku, apa ceritamu? kamu ibu rumahan juga? punya bisnis atau usaha rumahan? yuk sharing-sharing tips dan triknya biar aku bisa belajar apa aja sih yang perlu aku siapin selain fisik dan mental buat urus usaha rumah sambil urus anak?
... Baca selengkapnyaMemulai usaha dari rumah sebagai ibu rumah tangga memang penuh tantangan, apalagi ketika kita harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan mengembangkan bisnis. Dari pengalamanku, konsistensi dan keterbukaan terhadap peluang baru sangat membantu. Misalnya, saat membuka preorder (P.O) kue bento, aku tidak menyangka langsung banjir orderan sampai ada kesempatan kolaborasi dengan florist lokal. Hal ini membuktikan bahwa memperluas jaringan dan mencari peluang kolaborasi bisa menjadi kunci sukses pasar usaha rumahan.
Selain itu, mengatur jadwal produksi dengan fleksibel sangat penting. Berjualan dessert box dan variasi risol yang enak menjadi nilai plus, apalagi ketika pelanggan mulai mengenal dan merepeat order. Membagi jenis produk juga membantu menjaga variasi dan mengoptimalkan bahan baku agar tidak mubazir.
Sementara itu, penting juga menjaga kesehatan mental dan fisik karena mengurus bisnis sambil merawat bayi sangat menyita energi. Dukungan keluarga serta komunitas ibu rumah tangga yang saling berbagi tips sangat membantu mempertahankan semangat. Jangan ragu untuk minta bantuan ketika mulai kewalahan dan gunakan teknologi untuk efisiensi seperti pencatatan order secara digital.
Salah satu pengalaman menarik adalah berjualan kue dengan tema ulang tahun yang sedang tren, seperti tema album Hindia. Ini membuka peluang pasar baru dan membuat usaha semakin menarik dikunjungi pelanggan. Perencanaan ke depan juga harus disiapkan, apalagi jika rencana pindah tempat tinggal seperti ikut suami ke Tangerang sudah dekat. Memanfaatkan momentum hingga maksimal di kampung halaman bisa menjadi modal kuat untuk mengembangkan usaha di lokasi baru nanti.
Bagi teman-teman ibu rumah tangga yang ingin mulai atau mengembangkan usaha rumahan, luangkan waktu untuk riset pasar, kenali selera pelanggan sekitar, dan berani mencoba inovasi produk. Jangan takut memulai dari kecil dan gunakan media sosial untuk promosi dan membangun komunitas pelanggan setia. Semoga cerita ini bisa menginspirasi dan menjadi motivasi untuk terus berkarya dari rumah tanpa harus mengorbankan peran penting sebagai ibu.