aku dulu trmasuk yg memiliki kulit berjerawat yg 1 hari hilang bsok nya muncul lagi. aku udh sempat Gonta ganti skincare tpi di saat itu wajahku tetap tumbuh jerawat.
setelah sekian lama, akhirnya aku udh nemuin skincare yg cocok dimuka aku yg bantu jerawat aku hilang. tapi sayangnya muka aku ada bekas jerawatnya.
jadi aku sempat searching dan nemuin satu alat ini yg ampuh untuk bopeng dan aku langsung pesan di online shop.
setelah barangnya sampai, aku langsung cobain, disaat itu wajahku aman ya teman teman.
dan make alat ini emg bikin wajah jdi agak berdarah, krna untuk meratakan tekstur kulit wajah.
tapi keesokan nya akan ada bekas luka, dan setelah itu baru terlihat hasilnya.
kalo di aku agak cukup membantu untuk meratakan tekstur kulit, tapi sebaiknya dilakukan oleh yg profesional yaa atau kamu bisa juga ke klinik kecantikan.
... Baca selengkapnyaJadi sedikit lebih detail ya aku ceritain pengalaman pakai dermaroller untuk bopeng dan bekas jerawat merah di wajah.
Sebelum berani coba, aku pastiin dulu kondisi kulit lagi nggak jerawatan parah. Dermaroller itu kan bentuknya kayak roller kecil dengan banyak jarum halus, jadi dipakai di kulit yang lagi meradang bisa makin iritasi. Biasanya aku cuci muka dulu pakai facial wash yang gentle, lalu pakai toner yang nggak terlalu banyak acid biar kulit tetap lembap.
Untuk ngurangin rasa sakit, banyak orang saranin pakai krim anestesi dulu tipis-tipis, tunggu beberapa menit baru mulai dermaroller-an. Aku pribadi lebih nyaman pelan-pelan aja gerakinnya, jangan ditekan terlalu keras. Kulit pasti merah dan agak berdarah halus, itu wajar karena fungsinya buat merangsang regenerasi kulit supaya bopeng pelan-pelan tersamarkan.
Setelah dermaroller, aku biasanya pakai serum yang teksturnya ringan, yang ada kandungan seperti hyaluronic acid buat bantu melembapkan dan menenangkan kulit. Hindari dulu serum yang terlalu keras seperti exfoliating acid tinggi, supaya kulit nggak makin perih. Tahap ini penting banget karena kulit lagi super sensitif.
Selain dermaroller, aku juga sempat pakai krim totol jerawat dan krim khusus bekas jerawat hitam. Pilihanku jatuh ke produk yang sudah ada izin BPOM, karena wajahku gampang iritasi. Krim totol jerawat aku pakai pas jerawatnya masih aktif, sedangkan krim bekas luka hitam aku fokusin di area noda merah dan cokelat bekas jerawat. Kombinasi treatment ini lumayan ngebantu bekas jerawat memudar lebih cepat.
Yang perlu diingat, hasil dermaroller untuk bopeng itu nggak instan. Di aku, perubahan baru mulai kelihatan setelah beberapa kali pemakaian dengan jeda yang cukup (misalnya 2–4 minggu sekali). Di antara jadwal dermaroller, aku lebih fokus ke perawatan wajah basic: cleanser yang lembut, moisturizer yang pas, sunscreen yang wajib banget tiap pagi, dan sesekali pakai acne & scar repair cream.
Kalau kamu punya bekas jerawat yang dalam atau kulit sangat sensitif, menurutku lebih aman konsultasi dulu ke klinik kecantikan atau dokter kulit. Mereka bisa saranin apakah dermaroller di rumah cocok, atau lebih baik treatment profesional seperti microneedling klinik. Jangan lupa selalu cek review produk, pastikan aman berjerawat dan sesuai kebutuhan kulitmu.
Intinya, dermaroller, acne & scar repair cream, dan skincare dengan hyaluronic acid bisa jadi kombinasi yang oke untuk bekas jerawat dan bopeng, tapi tetap harus sabar, pelan-pelan, dan dengerin kondisi kulit sendiri.