Aku terlahir dari keluarga yang sederhana bun, setelah menjadi ibu rasanya kek nggak kuat kalo nggak pegang uang sepeserpun,
Duniaku dari kecil udah kekurangan ekonomi setelah lulus sekolah ku lanjutkan cari uang sendiri, alhamdulillah pada saat kerja semua yang belum keturutan waktu kecil aku beli bun, sampek nggak punya tabungan 🥹🥹, tapi bahagianya luar biasa pada saat itu, makan makanan yang enak beli barang" yang di inginkan, satu hal beliin makanan orang tua yang belum pernah di makan juga,
Setelah menikah dan hamil aku resign kerja bun, dan sampai saat ini anak udah hampir 2tahun masih jadi irt pengangguran,
Kenapa aku sedih saat ini aku membersamai anakku dengan ekonomi yang pas"an, alhasil anak mau nyemil selalu tak bikinkan sendiri biar dapat banyak 🥹
... Baca selengkapnyaMenjadi seorang ibu rumah tangga dengan kondisi ekonomi terbatas memang tidak mudah. Saya sendiri pernah merasakan betapa beratnya ketika tidak memiliki uang sedikit pun di tangan, terutama untuk kebutuhan anak. Seperti yang diceritakan, setelah berhenti bekerja karena hamil, menghadapi peran baru tanpa penghasilan membuat banyak ibu merasakan ketidakpastian dan kekhawatiran.
Dalam pengalaman saya, untuk menjaga agar anak tetap bisa menikmati makanan enak meski dengan anggaran terbatas, saya sering mencoba membuat camilan sendiri di rumah. Selain lebih hemat, hal ini juga memberi rasa puas dan bahagia karena mampu memenuhi kebutuhan anak tanpa harus merasa bersalah. Misalnya, membuat jajanan tradisional yang mudah dan murah, seperti pisang goreng, klepon, atau puding sederhana.
Hal yang penting adalah menjaga semangat dan fokus pada hal-hal positif yang bisa kita lakukan. Meskipun aslinya pas-pasan, saya berusaha mengubah cara pandang supaya tidak terlalu terpuruk dengan keadaan. Mendapat dukungan dari keluarga dan teman juga sangat membantu menguatkan mental.
Saya juga menyarankan setiap ibu yang mengalami hal serupa untuk mencari peluang kecil yang bisa dilakukan dari rumah, seperti berjualan online atau menerima pesanan kerajinan tangan. Ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan anak.
Kisah sedih tapi penuh perjuangan seperti ini mengajarkan kita pentingnya ketekunan dan rasa syukur. Karena di balik keterbatasan ekonomi, ada kebahagiaan yang datang dari kebersamaan keluarga dan perhatian yang tulus. Semoga para ibu yang membaca ini semakin semangat, dan yakin tidak sendiri dalam menghadapi tantangan hidup sebagai orang tua dengan segala keterbatasan.