Menu Diet if 16:8 Day 94

✨ Day 94 – Diet IF 16:8 ✨

Buka jam 10.00

🍚 Nasi 3 sendok

🥗 Lalapan & selada

🥚 Dadar telur

🐟 Ikan goreng

Makan sore 17.30

🍜 Pingin seblak 10k, tapi tetep pilih topping yang simple:

– Sosis 1

– Dumpling 1

– Sayur

– Enoki 1

– Telur

Camilan:

🍡 Jajan pasar onde-onde

Perlahan tapi konsisten, yang penting tetap mindful makan dan nikmati prosesnya ✨💛

#dietif #dietjourney #dietsehat #lemon8journey #mindfuldiet

Banyuwangi
2025/11/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBuat yang lagi cari inspirasi menu diet IF 16/8, aku mau ceritain sedikit lebih lengkap gimana pola makan aku di hari ke-94 ini dan kenapa aku pilih menu-menu ini. Semoga bisa jadi gambaran kalau diet IF itu nggak harus ekstrem dan masih bisa makan enak. Pertama, soal jam. Aku pakai pola IF 16/8 dengan jendela makan dari jam 10.00 sampai sekitar 18.00. Jadi semalaman sampai jam 10 pagi aku puasa, cuma minum air putih atau teh tawar tanpa gula. Di aku, pola ini membantu banget buat ngurangin ngemil sembarangan karena ada batas waktu yang jelas. Buka jam 10.00, aku pilih menu yang lumayan lengkap tapi tetap terkontrol porsinya: nasi putih 3 sendok, ikan goreng, dadar telur, lalapan, sambal, plus sayur asem selada. Nasi sengaja aku kecilin porsinya, tapi tetap aku pakai supaya masih ada tenaga dan nggak gampang craving. Protein dari ikan goreng dan telur bikin kenyang lebih lama, sementara lalapan dan sayur asem selada bantu tambah serat dan volume di piring tanpa nambah banyak kalori. Kalau nggak suka goreng, ikan dan telur ini bisa banget diganti versi panggang atau rebus. Sekitar jam 15.00–16.00, kadang kalau mulai laper aku minum air dulu. Kalau masih kerasa laper, baru aku ambil camilan ringan. Di hari ini aku pilih onde-onde jajan pasar. Kuncinya menurutku di jumlah: cukup satu biji, dimakan pelan-pelan, dinikmati, bukan kalap. Jadi craving manis tetap kepegang, tapi kalorinya nggak meledak. Makan sore jam 17.30, aku lagi pingin banget seblak. Dulu, seblak versi aku bisa penuh kerupuk, ceker, bakso, dan topping segala macam. Sekarang aku modifikasi jadi lebih simple dan agak "diet friendly": seblak dengan sosis 1, dumpling 1, sayur, enoki, dan telur. Kerupuknya bisa dikurangin atau skip kalau mau lebih ringan. Triknya, minta level pedas yang masih nyaman biar nggak bikin ingin makan berlebihan gara-gara nagih pedas. Yang aku rasain dari pola menu diet IF kayak gini: tubuh tetap kebagian karbo, protein, dan sayur, tapi porsinya lebih terukur. Targetku pelan-pelan menuju 65 kg, jadi aku nggak terlalu fokus ke harus turun sekian kilo per minggu, lebih ke konsisten dan mindful makan. Aku belajar buat dengerin badan: bedain mana laper beneran dan mana cuma pengin ngemil karena bosan. Kalau kamu mau mulai menu makanan diet IF, bisa banget adaptasi dari contoh ini: tentuin jam puasa dan jam makan yang cocok sama aktivitasmu, atur porsi nasi (nggak harus langsung nol), fokus tambah sayur dan protein, dan kalau mau jajan kayak onde-onde atau seblak, atur di dalam jendela makan dan batasi topping/porsinya. Pelan-pelan aja, yang penting kamu nyaman dan bisa dijalanin jangka panjang.

2 komentar

Gambar mi.la˚୨୧🌷
mi.la˚୨୧🌷Kreator

tips agar konsisten atau yang lain nih kak