Menu Diet If 16:8 Day 96
✨ Day 96 — Diet IF 16:8 ✨
Buka jam 11.00
🌿 Chiaseed ubi ungu, ringan tapi bikin kenyang tahan lama.
Makan utama jam 12.00
🍛 Nasi goreng 3 sendok
🐟 Ikan goreng
🍢 Tempe goreng
🥦 Capcai biar tetep ada sayurnya
Makan sore jam 17.30
🥗 Beli cilok 5k, full timun & kol (versi hemat kalori tapi tetep enak!)
Camilan:
🍠 Ubi Cilembu bakar — manis alami, favorit banget!
Perlahan tapi pasti, yang penting konsisten 💪✨
#DietIF168 #JourneyTo65kg #MenuDietHarian #DietEnakTetapSehat #Lemon8Diary
Waktu mulai coba menu diet IF 16:8, aku juga bingung harus makan apa aja selama jendela makan. Takutnya kalau salah pilih, malah gampang lapar atau berat badan nggak turun. Jadi di postingan ini aku mau jelasin lebih detail gimana aku atur menu harian biar tetap realistis tapi masih ramah diet. Biasanya aku ambil jendela makan jam 11.00–19.00. Di jam buka (11.00), aku suka sesuatu yang ringan tapi bikin kenyang lama, makanya sering pilih chia seed ubi ungu. Chia seed ini tinggi serat dan kalau direndam bisa ngembang, jadi perut berasa penuh tanpa harus makan banyak. Ubi ungu ditambah bikin ada karbo kompleks dan rasa manis alami, jadi nggak gampang nyemil yang manis-manis lagi. Lanjut makan utama sekitar jam 12.00. Aku nggak full menghindari nasi, cuma atur porsinya. Misalnya nasi goreng 3 sendok, lalu aku akalin dengan banyakin lauk kaya ikan goreng, tempe goreng, tumis jamur, tumis jagung, dan capcai biar sayur tetap masuk. Intinya, nasi sedikit tapi piring tetap kelihatan “rame” supaya secara psikologis berasa puas. Buat yang baru mulai menu diet IF 16/8, cara ini lumayan membantu biar nggak merasa sengsara. Jam 17.30 biasanya jadi makan sore. Di hari-hari tertentu aku beli cilok kuah versi hemat kalori: kuah bening, ciloknya nggak terlalu banyak, tapi full timun dan kol. Sayuran mentah kaya timun dan kol bantu bikin kenyang plus ada serat tambahan. Pentol tahu dan cilok jamur juga bisa jadi pilihan topping yang nggak terlalu berat. Untuk camilan, aku sering andalkan ubi Cilembu bakar. Rasanya manis banget padahal tanpa gula tambahan. Ini jadi pengganti dessert yang biasanya tinggi gula. Kalau lagi pengen banget ngemil, aku makan pelan-pelan sambil minum air putih hangat supaya terasa lebih mengenyangkan. Dari pengalamanku, kunci menu diet IF 16:8 itu bukan cuma apa yang dimakan, tapi juga konsistensi. Aku tetap kasih ruang buat makanan yang aku suka, tapi diatur porsinya dan seimbangkan dengan sayur serta sumber serat. Jadi kalau kamu cari inspirasi menu diet IF 16/8 harian, bisa coba pola: buka dengan chia seed/buah, makan utama pakai nasi sedikit plus lauk dan sayur, makan sore versi lebih ringan, lalu camilan manis alami kaya ubi bakar. Pelan-pelan aja, yang penting bisa dijalanin terus, bukan cuma 1–2 hari.






