... Baca selengkapnyaPertama kali kenal jeruk wokam itu gara-gara lihat satu keranjang hijau penuh jeruk orange besar di pasar. Warnanya oranye cerah banget, ukuran buahnya juga gede, beda dari jeruk lokal yang biasa aku beli. Penjualnya bilang itu jeruk wokam, dan katanya rasanya manis, daging buahnya tebal, puas kalau dimakan langsung.
Soal rasa, jeruk wokam menurutku lebih ke manis segar, bukan yang asam nyelekit. Kalau dibanding jeruk sunkist, sunkist itu cenderung punya aroma khas dan kadang lebih asam, sedangkan jeruk wokam lebih lembut rasanya. Untuk kamu yang suka jeruk manis besar buat dimakan langsung tanpa gula, jeruk wokam ini cocok banget. Kalau dijus juga enak, satu atau dua buah jeruk wokam sudah cukup buat satu gelas besar.
Pohon jeruk wokam sendiri biasanya bentuknya mirip pohon jeruk manis pada umumnya, daunnya hijau tua, agak tebal, dan baunya khas jeruk kalau diremas. Daun jeruk wokam bisa dipakai juga sebagai tambahan aroma saat masak atau bikin teh herbal, walau lebih umum daun jeruk purut yang dipakai. Tapi kalau kamu punya pohon jeruk wokam di rumah, daunnya bisa dimanfaatkan untuk menambah wangi pada masakan berkuah atau tumisan.
Aku sempat lihat beberapa jenis jeruk wokam di lapak yang sama: ada yang ukuran besar banget, ada yang lebih kecil yang disebut jeruk wokam baby. Yang baby ini kulitnya lebih tipis, ukurannya pas buat sekali makan, dan rasanya kadang sedikit lebih asam segar dibanding yang besar. Jeruk wokam kecil ini enak banget kalau disimpan di kulkas dulu, lalu dimakan dingin saat cuaca panas.
Soal perawatan pohon jeruk wokam, dari obrolan dengan petani, mereka biasanya pakai insektisida seperti Prima Bomb untuk mengatasi hama tertentu, tapi sebagai konsumen aku lebih fokus ke buahnya. Yang penting sebelum makan, jeruknya dicuci bersih di air mengalir. Kulit jeruk wokam cukup tebal, jadi saat dikupas aromanya langsung keluar dan bikin pengen cepat-cepat makan.
Satu hal yang aku suka dari jeruk wokam: setiap kali pegang dua buah jeruk wokam di tangan, berasa banget kalau satu buah saja sudah cukup mengenyangkan. Daging buahnya besar, juicy, dan hampir tidak terlalu banyak biji. Buat yang sering bingung mau pilih jeruk wokam manis atau asam, pengalamanku di pasar: pilih jeruk yang warnanya oranye cerah merata, kulitnya mulus tapi sedikit empuk saat ditekan pelan, biasanya rasanya lebih manis.
Kalau kamu suka eksperimen di dapur, jeruk wokam juga bisa dipakai untuk bikin infused water. Potong tipis-tipis, campur dengan air dingin dan sedikit daun mint, diamkan di kulkas. Rasanya segar, manis alami, dan aromanya lembut. Sejak kenal jeruk wokam, aku jadi jarang beli jeruk orange impor, karena jeruk lokal yang satu ini sudah cukup memuaskan buat camilan sehat sehari-hari.