Sebagai seorang ibu yang menjalani peran ganda antara asuhan anak dan tuntutan dunia luar, saya sering mendengar komentar seperti "kasihan anaknya ditinggal mulu, sibuk ngejar dunia." Memang tidak mudah untuk menyeimbangkan keduanya. Namun, saya percaya bahwa dunia anakku benar-benar tergantung padaku, bukan hanya secara fisik, tapi juga secara emosional dan psikologis. Pengalaman saya menunjukkan bahwa kehadiran bukan hanya tentang waktu yang dihabiskan secara kuantitas, tapi juga kualitas interaksi bersama anak. Kadang kala, meskipun saya sibuk dengan pekerjaan, saya selalu berusaha untuk memberikan perhatian penuh pada momen-momen kecil bersama anak, seperti membacakan cerita atau berdiskusi ringan yang membuatnya merasa dihargai dan dicintai. Komentar orang luar yang hanya melihat sisi sibuknya ibu tanpa mengerti perjuangannya seringkali menyakitkan. Namun, saya sadar bahwa dunia yang saya jalani dengan semua pekerjaannya, sesungguhnya adalah bagian dari bagaimana saya membentuk dunia bagi anak saya. Dengan memberikan contoh ketekunan dan tanggung jawab, saya berharap anak saya bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Menjadi seorang single mom bukanlah hal yang mudah, tapi saya yakin setiap pilihan dan usaha yang saya lakukan adalah demi masa depan anakku. Saya percaya, dunia anak itu memang tergantung padaku, dan itu menjadi motivasi terbesar saya untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik dalam setiap aspek kehidupan.
6/16 Diedit ke
