Book Review | Rebellion, Manipulation, Corrupt🐖⚖️

✨📚 Book Review – Animal Farm by George Orwell🐖⚖️

📖 Genre: Fable, Novella, Allegory, Political Satire

📄 Page: 100 pages

⭐️ Rating: 4.5/5

🚫Spoiler alert⁉️ Read at your own risk 😉

I read 1984 by George Orwell back during the pandemic, and Animal Farm is my second book by him. With everything that’s been going on politically these days, I just felt like it was the right time to finally pick this one up.

At first, it looks like a simple fable about a bunch of farm animals rebelling against their human owner because they’re tired of being overworked and underfed. They dream of equality, justice, and freedom. So they unite, overthrow the farmer, and build their own system with the main principle: “All animals are equal.”

But as time passes, things start to shift. Power begins to corrupt, and the pigs (who see themselves as more intelligent than the others) slowly take control. They learn to read, make deals with humans, and twist the rules in their favor. The sad part is, the other animals can’t even realize what’s happening because they can’t read or remember the original “commandments”. It’s such a sharp reflection of how knowledge and education can shape power and how easily the truth can be manipulated when people are kept ignorant.

And then there’s Boxer 🐴, the strong, loyal, and hardworking cart-horse who truly believes in the revolution and the leadership of Napoleon (the pig). His fate broke my heart. He’s the perfect symbol of the working class: loyal, honest, and endlessly dedicated, yet ultimately betrayed and discarded once he’s no longer “useful.” That part really hit me hard.

The biggest takeaway from this book is how power always tests integrity. No matter how noble the beginning, once power is concentrated in the hands of a few, corruption can creep in quietly. George Orwell teaches us to stay critical, to question what we’re told, and to never let comfort make us complacent. It’s not just a political allegory, it’s a timeless lesson about human nature.

And of course, that iconic line:

“All animals are equal, but some animals are more equal than others.”

Emotionally, Animal Farm left me with a mix of anger, sadness, and deep reflection. It’s frustrating to see how easily truth can be twisted and how the oppressed can become the oppressors. But it also made me more aware and cautious, about blindly trusting authority or political rhetoric. I felt a strong sense of déjà vu reading it, like I was watching history repeat itself in different forms.

Even though Orwell wrote this decades ago, Animal Farm still feels scarily relevant today.

As always, Happy reading guys!!

#BookReview #bookrecommendation #books #booklemon8 #animalfarm

2025/10/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu akhirnya baca buku Animal Farm, aku baru benar-benar paham kenapa novel setipis itu bisa selegendaris ini. Kalau kamu lagi cari buku yang nggak terlalu tebal (cuma sekitar 100 halaman) tapi isinya nusuk banget ke isu politik, kekuasaan, dan masyarakat, menurutku buku ini wajib masuk daftar bacaan. Sebelum mulai, aku sempat cek dulu kalau Animal Farm ini memang dikategorikan sebagai novella, fabel, fiksi, dan satir politik. Buat kamu yang mungkin bosan sama teori politik yang berat, pendekatan George Orwell itu justru bikin semuanya terasa dekat. Tokohnya cuma hewan-hewan di peternakan, tapi pelan-pelan kamu bakal sadar kalau ini cerminan manusia dan sistem sosial di dunia nyata. Hal yang paling kerasa buatku adalah bagaimana peternakan digambarkan makin kaya, tapi yang benar-benar menikmati cuma babi dan anjing. Sementara hewan lain tetap kerja rodi, lapar, dan kelelahan. Ini bikin aku keingat banget sama realita: negara bisa kelihatan maju di angka statistik, tapi apakah semua lapisan masyarakat ikut merasakan? Atau cuma segelintir orang di puncak piramida? Bagian lain yang menurutku cukup nempel adalah kalimat "Manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengonsumsi tanpa menghasilkan" yang jadi semacam ideologi awal pemberontakan hewan. Di awal, semua terdengar idealis banget: keadilan, kesetaraan, bebas dari penindasan manusia. Tapi begitu kekuasaan pindah tangan, pelan-pelan babi justru mengulang pola yang sama. Di titik itu, aku merasa Orwell lagi bilang: masalahnya bukan cuma "siapa" yang berkuasa, tapi "sistem" dan moralitas di balik kekuasaan itu sendiri. Kalau kamu baru mau mulai baca karya George Orwell dan bingung pilih 1984 atau Animal Farm duluan, menurutku Animal Farm bisa jadi pintu masuk yang ramah. Bahasanya lebih sederhana, alurnya cepat, dan konfliknya jelas. Cocok buat yang baru mau coba bacaan satir politik atau lagi cari buku yang bisa bikin mikir tanpa harus bergelut dengan ratusan halaman. Dari segi pengalaman baca, aku saranin ambil waktu yang tenang, karena walaupun singkat, tiap babnya padat makna. Enak juga kalau sambil kamu tandai bagian-bagian yang menurutmu penting, misalnya perubahan aturan di dinding, sikap babi terhadap hewan lain, atau momen ketika para hewan mulai bingung mengingat sejarah peternakan mereka sendiri. Itu semua bikin kita refleksi: seberapa gampang sih fakta dan sejarah bisa dimanipulasi ketika orang biasa nggak punya akses ke pendidikan dan informasi? Buatku, Animal Farm bukan cuma "buku tugas sekolah" atau klasik yang wajib dibaca, tapi juga bacaan yang pas kalau kamu lagi pengin memahami dinamika kekuasaan dengan cara yang sederhana tapi ngena. Dan yang paling bikin merinding: meski ditulis puluhan tahun lalu, konflik dan pesan di dalamnya masih terasa sangat relevan dengan kondisi sosial politik sekarang. Kalau kamu habis baca, seru juga buat diskusi bareng teman: babi di Animal Farm ini paling mirip siapa di dunia nyata? Dan apakah kita tanpa sadar lagi berperan sebagai hewan-hewan lain yang cuma ikut aturan tanpa bertanya apa-apa?

2 komentar

Gambar Rinrinrin
Rinrinrin

salah satu buku yang masuk wish listku Makasih review-nya kak ❤️

Lihat lainnya(1)