Pernah gak sih…

Buka laptop niat revisi,

tapi malah diam lihat file lama 😭

Mau lanjut takut salah.

Takut revisinya makin banyak.

Takut dosen bilang “ulang lagi”.

Sampai akhirnya cuma bengong depan layar 👀

Dan jujur…

kadang itu bukan karena malas.

Tapi karena terlalu overthinking sendirian 🙂

Kalau kamu lagi di fase ini, tenang ya.

💌 Cerita di DM juga gapapa.

#mahasiswa #edukasi #bimbelonline

5/19 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai mahasiswa atau pelajar, saya juga sering mengalami momen sama seperti yang dijelaskan dalam artikel ini. Niat buka laptop untuk revisi tugas atau skripsi, tapi malah terjebak melihat file lama tanpa memulai apa-apa. Hal ini sering terjadi bukan karena tidak mau belajar atau malas, melainkan karena terlalu banyak pikiran dan takut salah saat mengerjakan revisi. Overthinking saat revisi sangat wajar, terutama ketika kita memiliki standar tinggi atau takut mendapat komentar seperti "ulang lagi" dari dosen. Saya pernah mengalami sampai berjam-jam hanya duduk diam di depan laptop, berusaha mengumpulkan keberanian untuk mulai mengerjakan. Namun, yang penting adalah mengenali perasaan tersebut sebagai bagian dari proses dan tidak membuatnya menahan kita bergerak maju. Strategi yang saya gunakan adalah membagi revisi menjadi bagian kecil yang bisa dikerjakan satu per satu. Misalnya, saya fokus dulu pada bagian yang paling sederhana atau yang menurut saya paling mudah dibereskan. Dengan begitu, saya merasa pencapaian lebih kecil yang akhirnya bisa memicu motivasi. Selain itu, saya juga terbuka untuk berdiskusi, baik dengan teman, tutor, atau langsung melalui DM seperti sarannya pada artikel ini. Berbagi cerita dan pengalaman bisa membantu mengurangi beban pikiran dan memberi perspektif baru yang lebih fresh. Menggunakan metode timer atau teknik Pomodoro juga membantu saya agar tidak terlalu lama terjebak dalam overthinking. Saya atur waktu 25 menit fokus mengerjakan revisi, kemudian istirahat 5 menit, dan begitu seterusnya. Ini membuat saya tetap produktif tanpa merasa kewalahan. Jadi, kalau kamu sedang mengalami fase bingung, takut revisi makin banyak, atau takut mengulang lagi, coba langkah-langkah sederhana ini. Ingat, kamu tidak sendiri. Kadang yang dibutuhkan hanyalah memulai, tak perlu sempurna di awal. Yang penting, terus bergerak maju sedikit demi sedikit.