Menghargai diri sendiri dan Mengasihi sesama kita.
Merasa hidup kita terlalu kotor, rusak, atau berdosa?
Tuhan Yesus sudah mengampuni Dosa dan kesalahan kita dengan DarahNya yang suci.
.
Saat ini tugas kita menjaga hidup kita dengan benar sesuai Firman Tuhan, dan menjaga hidup sesama kita.
.
Jadilah selalu pelaku Firman Tuhan di dalam kehidupan kita.
.
Sebagai seseorang yang menjalani kehidupan beriman, saya merasa sangat bersyukur karena Tuhan Yesus telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan melalui darah Kristus. Dosa kita sudah ditebus dan diampuni, sehingga tidak ada alasan untuk merendahkan diri sendiri. Dalam pengalaman pribadi, ketika saya mulai menyadari betapa berharganya hidup ini di mata Tuhan, saya makin terdorong untuk mengasihi diri sendiri dengan cara menjaga hati dan pikiran agar selalu selaras dengan Firman Tuhan. Hal ini bukan berarti menjadi egois, melainkan menghargai diri sebagai ciptaan-Nya yang berharga. Mengasihi sesama juga menjadi lebih mudah dipraktikkan jika kita sudah bisa melihat nilai dan harga diri kita sendiri. Saya sering menemukan bahwa ketika seseorang merasa layak dikasihi, ia akan lebih tulus dan konsisten dalam menunjukkan kasih kepada orang lain, termasuk keluarga, teman, dan bahkan orang yang sulit. Kolose 1:13 mengingatkan kita bahwa Tuhan telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan. Ini menjadi fondasi bahwa setiap langkah hidup kita harus dijaga agar selaras dengan kehendak-Nya. Membaca renungan Kristen secara rutin dan bergabung dalam komunitas #melayanisepenuhhati membantu saya untuk tetap terinspirasi dan bertumbuh dalam iman. Mempraktikkan kasih karunia Kristus dalam kehidupan sehari-hari juga berarti kita aktif menjadi pelaku Firman Tuhan, bukan hanya pendengar. Saya pernah merasakan kedamaian yang luar biasa ketika sengaja meluangkan waktu untuk membantu sesama tanpa pamrih, karena melalui tindakan kecil itu saya merasa semakin dekat dengan Tuhan dan menyalurkan kasih-Nya kepada dunia. Secara praktis, menghargai diri dan mengasihi sesama dapat dimulai dari hal sederhana, seperti bersikap sabar, mengampuni kesalahan orang lain, dan menyemangati mereka dalam masa sulit (#saatteduh). Kesadaran bahwa kita semua telah mendapat kasih karunia Kristus membuat saya semakin yakin bahwa hidup ini penuh makna ketika kita saling mengasihi dan menghormati satu sama lain.
































