Replying to
Memberikan ASI (Air Susu Ibu) selama 2 setengah tahun atau lebih memang masih dianggap wajar dan dianjurkan oleh banyak pakar kesehatan serta organisasi kesehatan dunia seperti WHO. ASI eksklusif hingga 6 bulan pertama dan pemberian ASI lanjutan hingga minimal 2 tahun sangat mendukung tumbuh kembang anak serta kekebalan tubuhnya. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya pernah memberikan ASI kepada anak saya sampai usia lebih dari dua tahun, dan saya menemukan bahwa manfaatnya tidak hanya terasa pada aspek fisik saja namun juga pada ikatan emosional antara ibu dan anak. Meski banyak yang bertanya apakah masih pantas atau wajar, saya percaya bahwa setiap anak dan ibu memiliki kebutuhan yang berbeda. Selain itu, pemberian ASI jangka panjang juga membantu mengurangi risiko infeksi dan alergi pada anak. Berbagai forum dan diskusi, termasuk komentar dari para ibu muda di media sosial, menunjukkan bahwa masih banyak yang mendukung praktek memberi ASI sampai usia tersebut. Namun, penting juga untuk memperhatikan kondisi dan kenyamanan ibu serta anak dalam proses ini. Konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi dapat membantu menentukan masa pemberian ASI yang tepat sesuai kondisi masing-masing keluarga. Intinya, tidak ada batasan keras soal kapan harus berhenti memberikan ASI, yang utama adalah kebutuhan dan kesehatan ibu serta anak tetap terjaga dengan baik.









































