... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali nonton The Summer I Turned Pretty, aku langsung kepikiran: kalau Belly dan gengnya pakai parfum lokal Indonesia, kira‑kira tone parfum mereka kayak apa ya? Dari situ aku mulai eksperimen pakai koleksi parfum lokal di rumah, bandingin satu per satu sampai nemu karakter wanginya.
Buat aku, kunci pilih parfum itu ada di "tone parfum" alias kesan utama yang kerasa begitu pertama kali kecium. Misalnya ada tone segar, tropis, hijau, musky, manis, sampai akuatik. Kadang notes parfum mirip, tapi tone‑nya bisa beda banget pas dipakai di kulit.
Cara aku biasanya: aku duluin kenali kepribadian dan vibe yang pengin aku tonjolin. Kalau lagi pengin berasa kayak Belly yang ceria dan masih lugu, aku bakal pilih parfum dengan tone segar dan tropis, ada sedikit nuansa hijau biar kerasa masih remaja dan ringan. Aromanya biasanya banyak citrus atau buah segar, kadang dicampur floral tipis.
Beda lagi kalau pengin berasa kayak Conrad. Di bayanganku, tone parfum dia itu akuatik, bersih, dan musky. Jadi aku cari parfum lokal yang wanginya kayak angin pantai, bersih seolah baru mandi, tapi ada sentuhan musk dan citrus biar tetap maskulin tapi nggak terlalu tajam. Wangi begini enak banget buat dipakai harian atau ke kampus.
Jeremiah menurutku cocok dengan tone parfum manis dan unik: musky, oud, karamel. Jadi lebih bold dan stand out, tapi tetap ada sisi hangat. Buat kamu yang suka jadi pusat perhatian, tone parfum kayak gini bisa banget dicoba. Dipakai malam hari atau pergi hangout bareng teman juga terasa lebih pas.
Karakter cewek lain, kayak Taylor dan Denise, aku ngebayangin perfume tone yang lebih fruity-floral dan sweet-powdery. Ada ambery, melati, woody, bahkan sedikit smoky dan kayu manis supaya wanginya berlapis dan nggak monoton. Ini cocok buat kamu yang suka tampil feminin tapi tetap kuat.
Steven sendiri aku bayangin pakai sesuatu yang hijau, vanila, musky, ada sentuhan kayu manis dan citrus. Jadi agak hangat dan manis, tapi masih ada sisi segar dan santai. Tone parfum kayak gini pas buat kamu yang nggak mau wangi terlalu manis, tapi juga nggak mau terlalu fresh.
Tips praktisku kalau kamu lagi cari parfum lokal berdasarkan tone:
1. Tentuin dulu kamu pengin vibe siapa: Belly, Conrad, Jeremiah, Taylor, Steven, atau Denise.
2. Cari deskripsi parfum yang nyebut kata segar, tropis, hijau, musky, akuatik, citrus, fruity, floral, oud, karamel, ambery, woody, vanilla, cinnamon, atau smoky.
3. Cobain di kulit, jangan cuma di kertas. Tone parfum bisa berubah setelah 10–20 menit.
4. Sesuaikan sama cuaca dan occasion. Aroma tropis dan akuatik enak buat siang, sedangkan yang manis-oud atau smoky lebih cocok malam.
Dengan mikirin tone parfum kayak gini, menurutku parfum lokal jadi kerasa lebih personal, seolah kita milih karakter TSITP versi diri sendiri. Jadi nggak cuma wangi, tapi juga ada cerita di balik tiap semprotan.