Dosa gak ya aku melakukan itu ?

Hai Lemonades,,

Salah gak sih kalo aku berusaha menyenangkan suami dengan cara menemani dia melakukan hobinya. Cerita #KisahTerpendam ini baru aku ceritakan disini, aku coba ngumpulin keberanian untuk cerita. tapi please.. jangan dihujat yaa 😞

Banyak pro kontra sih, karena hobi dia bisa dibilang negatif, tapi saat itu aku mikirnya dari pada dia pergi sendiri atau sama teman2nya, meskipun izin tapi aku gak akan tau apa yang terjadi disana, apakah ada perempuannya atau enggak.

ada yang bilang " Wah itu berati kebiasaan dulunya suka ngeroom tuh?

Gini yaa, Kalo dulu sebelum sama jadi suamiku,kalo dia sering ngeroom sama yang lain, aku bodo amat, namanya juga masa lalu. Setiap orang punya masa lalu kan? Tapi saat ini dan kedepannya suamiku akan tetap bersamaku jadi apapun yang dia lakukan aku usahakan untuk menemaninya. ya meminimalisir resiko terjadi hal2 yang tidak diinginkan.

Apalagi kalo suami yang ngajak sendiri, kenapa enggak..

Yang sampai sekarang aku pikirkan adalah apakah aku berdosa jika menemani suamiku karokean sampai dia minum Alk*h*l ??

tapi aku sudah berusaha mengingatkan..

menurut teman2 gimana, kalo kalian jadi aku apa yang kalian lakuin??

#PendapatKu #EkspektasiPernikahan #IRTPunyaCerita #RelationshipStory Lemon8_ID Lemon8IRT Lemon8Cantik Lemon8IDconfess

2025/6/16 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, aku baru berani cerita sekarang karena tiap lihat meme LC karaoke atau baca orang bahas ngeroom itu apa, rasanya ke-trigger sendiri. Banyak yang mikir ngeroom pasti identik sama hal negatif, padahal di kasusku aku bener-bener cuma pengen jadi LC pribadi buat suami, nemenin dia karaoke biar dia nggak cari hiburan di luar yang aneh-aneh. Awalnya aku juga nggak ngerti istilah ngeroom itu apa. Cuma tahu dari obrolan teman dan berita soal karaoke sajadah merah yang sempat viral. Dari situ aku makin waspada, karena kebiasaan nyari hiburan di karaoke bisa jadi pintu ke arah yang nggak sehat, entah dari sisi moral, keimanan, sampai hubungan rumah tangga. Makanya aku pilih ikut, bukan karena setuju sama alkohol atau budaya ngeroom, tapi lebih ke usaha menjaga suami dan quality time bareng. Pas di ruangan karaoke, jujur aku sering merasa galau. Di satu sisi, ada rasa senang karena bisa jadi partner nyanyi, bercanda, dan bikin momen yang cuma kita berdua. Di sisi lain, tiap lihat gelas berisi Alk*h*l, hati langsung berdebat sendiri: aku udah mengingatkan, tapi kalau tetap diminum, apakah aku berdosa karena membiarkan? Di situ aku mulai banyak introspeksi dan cari referensi, termasuk baca teks karaoke rohani, kajian, dan pengalaman orang lain yang pernah di posisi serupa. Pelan-pelan aku belajar bikin batasan. Misalnya, sebelum berangkat aku ngobrol dulu sama suami: aku mau nemenin karaoke, tapi aku nggak nyaman kalau dia sampai mabuk. Aku tawarkan alternatif: pesan minuman non-alkohol, fokus ke nyanyi lagu-lagu yang lebih positif, bukan yang liriknya terlalu bebas. Kadang aku selipkan lagu-lagu pengingat, biar suasananya tetap fun tapi nggak jauh dari nilai yang kami pegang. Dari pengalaman ini, kalau boleh kasih saran ke teman-teman yang mungkin punya suami atau pasangan dengan hobi karaoke dan ngeroom: coba komunikasiin pelan-pelan. Jelasin perasaan kamu, bukan sekadar melarang. Cerita kalau kamu takut akan dampaknya, baik ke kesehatan, keuangan, maupun ke iman. Kalau perlu, ajak ganti konsep quality time, misalnya karaoke di rumah pakai teks karaoke dari YouTube, bikin suasana remang tapi tetap aman dan sehat. Aku juga belajar buat nggak gampang nge-judge orang lain yang kerja atau pernah jadi LC karaoke, karena tiap orang punya kisah terpendam dan alasan masing-masing. Yang penting sekarang aku berusaha terus memperbaiki diri, jaga rumah tangga, dan tetap pegang nilai agama sebisa mungkin. Sampai sekarang pun aku masih sering bertanya: "Apa aku salah? Dosa nggak yaa?" Tapi aku percaya, selama kita terus belajar, mengingatkan dengan cara baik, dan nggak ikut menikmati hal yang jelas-jelas dilarang, Allah tahu isi hati dan usaha kita. Kalau kalian pernah di posisi mirip, boleh banget sharing. Mungkin dari cerita-cerita kita, ada yang lagi bingung soal ngeroom itu apa dan gimana nyikapinnya, jadi merasa nggak sendirian dan dapat sudut pandang baru.

24 komentar

Gambar gioxzeppeemeazza
gioxzeppeemeazza

dosa atau enggak Wallahu a'lam ini PR buat anda untuk meluruskan suami anda, di ingatkan sudah,brti tinggal doa nya jgn smpe putus,spya Allah mmbukakan hati suami anda spya mninggalkan hal2 yg d larang dlm agama👍

Lihat lainnya(1)
Gambar fahd_leopard
fahd_leopard

Izin gabung bund... 🙏 Secara hukum fiqh jelas dosa. Tapi secara normatif, manusia gak pernah tau isi hati sesama. Ada beberapa karakter seseorang yg perlu proses lama utk berubah jadi lebih baik. Ada yg sudah sadar kalo perbuatan itu dosa, ada keinginan di hati untuk meninggalkannya. Tapi sulit & berat. Karena ia sdh merasakan "nikmat" dari perbuatan dosa tsb. Dicobalah dgn "mengurangi" porsinya, durasinya atau intensitasnya secara perlahan dgn niat untuk berhenti secara total, sampai berhasil. Mungkin, suami bunda termasuk karakter ini. Sebagai istri, saya menilai inisiatif yg sdh bunda lakukan sudah benar, walau belum sempurna. Dampingi & bimbing perlahan suami untuk sedikit demi sedikit lepas dari kebiasaan "dosa" lamanya. Saya teringat apa yg pernah dilakukan Ummi Pipik saat almarhum Uje menjalani masa kelam dalam hidup rumah tangganya. Sabarnya, istiqamahnya, setianya pada akhirnya mampu membawa alm. Uje kembali ke jalan yg benar. Manusia mencaci karena hanya melihat hakikat zahir, tapi rahmat Allah menembus ma'rifat yang tersembunyi.

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya