Toloongg aja, emang bisa 10rb sehari??
Hai Lemonades,,
#KeseharianKu yang setiap hari memasak sendiri, dan membeli bahan makanan yang sekarang apa2 serba mahal jika ngikutin yang #ViralTerbaru dituntut 10rb harus cukup sehari #JujurAja dengan lantang aku jawab "Maaf Gak bisa"
Kenapa??
Anakku aja kadang jajan bisa 5rb sehari terus 5rb belanja apa buat 3x makan? Mie instan mungkin iya dapat 1 + telur 1 butir.
Contoh aja, saat aku belanja ke Pasar Malam, niatnya mau cari pete eh malah beli sekalian sama sayur dan proteinnya, belum lagi jajan bocilnya. Hadeh..
Sekali belanja ke pasar malam habisnya 100rb dan paling habis dalam 2/3 hari aja itu.
Jika ada yang bisa 10rb sehari.. Aku SALUT BANGET sih, Aku akui HEBAT diera gempuran semua kebutuhan serba mahal.
Menurut kalian gimana?? Kira-kira kalian bisa gak kalo harus 10rb sehari? #YayOrNay
Dalam pengalaman saya sebagai ibu rumah tangga yang sehari-hari mengatur keuangan keluarga, mencoba menghemat pengeluaran makanan sampai Rp10.000 per hari memang sangat menantang. Apalagi di tengah harga bahan pokok yang terus meningkat dan kebutuhan anak-anak yang juga harus diperhatikan. Biasanya, untuk tiga kali makan dalam sehari, saya harus membeli beberapa bahan yang cukup bergizi seperti sayur segar, protein, dan tentunya camilan yang disukai anak. Dari hasil belanja pasar malam, saya menghabiskan sekitar Rp100.000 yang cukup untuk makan selama dua hingga tiga hari. Tentu saja, jika dipaksakan membagi menjadi Rp10.000 per hari, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Jajanan anak juga menjadi pengeluaran yang sulit dihilangkan. Anak saya kadang jajan sampai Rp5.000 setiap harinya, dan ini belum termasuk biaya untuk makan utama. Saya pernah mencoba membuat bubur rentengan atau jajanan tradisional yang ekonomis, namun tetap saja sulit menjaga kualitas gizi dan porsi. Mengelola pola pengeluaran seperti ini mengajarkan saya pentingnya mengenali pola pengeluaran berulang agar bisa membuat perencanaan belanja yang lebih baik. Misalnya, saya mulai mencatat pengeluaran jajan anak setiap minggu dan membandingkannya dengan pengeluaran untuk bahan makanan utama. Dengan begitu, saya bisa menetapkan anggaran yang realistis dan menyesuaikan kebutuhan keluarga tanpa mengorbankan kualitas makan. Kalau ada yang bisa bertahan dengan Rp10.000 sehari, saya sungguh salut dan ingin belajar caranya. Mungkin dengan strategi belanja tertentu, manfaatkan promo atau membuat sendiri makanan dan jajanan yang hemat biaya. Tetapi, menurut pengalaman saya saat ini, Rp10.000 per hari untuk kebutuhan makan satu keluarga kecil terasa sangat minim. Bagaimana menurut kalian? Apakah ada cara jitu yang bisa membuat pengeluaran makan cukup dengan Rp10.000 per hari? Yuk, berbagi tips dan pengalaman agar kita bisa saling membantu dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok ini.

Sumpah akupun ngga bisa kak😂, kalo 50k/hari mungkin bisa yaa…