Ternyata, Tanpa sadar aku sering melakukan ini..

Haii Haii Lemonades 🍋

Menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT) adalah tugas mulia yang pahalanya luar biasa. Dari membuka mata sampai memejamkan mata lagi, semua bisa bernilai ibadah.

​Tapi ternyata, sadar gak sih? Karena saking lelahnya kita dengan rutinitas seharian, kadang ada beberapa dosa yang dianggap "biasa" dan tanpa sadar sering kita lakukan. Ada beberapa hal yang secara tegas #LaranganAgama , namun kadang kita anggap remeh karena sudah menjadi "kebiasaan" sehari-hari.

Jujur, aku sendiri pun pernah melakukan semua hal diatas dan ini benar² jadi sebuah tamparan untuk diriku sendiri. Baru terjadi semalam, aku bertengkar dengan suami, itulah karena sama² ego tinggi, jadi aku mendiamkan suami beberapa hari, dan ternyata itu salah tidak boleh dalam agama. Suami/istri wajib saling mengingatkan bukan mendiamkan dan masalah jadi berlarut².

Mari² sama intropeksi yuk bun, ini bukan menggurui atau menghakimi siapapun. Jadikan ini sebagai pengingat diri. Kita bukan orang yang sempurna, tapi gak ada salahnya kita berubah menjadi lebih baik.

Bagaimana dengan teman² IRT lainnya ? apakah pernah melakukan hal diatas? point berapa yang pernah dilakukan?

#MyJourney #DiskusiYuk #ngontenbareng #religi

Lemon8_ID Lemon8 Family ✨ Lemon8IRT

5/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang ibu rumah tangga, rasanya setiap hari dipenuhi dengan tugas yang tak ada habisnya mulai dari urusan rumah, mengurus anak, hingga berusaha menjadi pendamping terbaik bagi suami. Saya pun dulu tidak sadar, sering kali melakukan kebiasaan yang ternyata bisa dianggap dosa dalam agama, seperti ghibah atau mengobrolkan keburukan orang lain, bahkan dalam grup WA anak-anak yang awalnya hanya untuk berbagi informasi. Kadang niatnya cuma menghilangkan bosan, tapi lama-lama saya mulai menyadari bahayanya jika kebiasaan ini terus berlanjut. Pengalaman saya juga pernah mendiamkan suami saat terjadi pertengkaran, berharap ego saya bisa menang. Tapi justru itu memperburuk keadaan. Saya belajar dari hadits Nabi bahwa istri yang berusaha mendamaikan suami setelah terjadi perselisihan adalah salah satu jalan menuju ridha dan surga. Setelah mencoba menerapkan sikap saling mengingatkan dan mengajak berdamai, hubungan kami jauh lebih baik dan suasana rumah jadi lebih damai. Satu lagi yang sulit saya hindari adalah membandingkan suami atau anak dengan orang lain. Di era media sosial, kita sering terjebak melihat pencapaian orang dan merasa kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki. Padahal Rasulullah mengajarkan untuk melihat mereka yang berada dalam kondisi kurang dari kita agar selalu bersyukur. Dengan mengubah mindset ini, saya jadi lebih menerima dan menghargai keunikan keluarga saya tanpa merasa iri atau kecewa. Bagi ibu-ibu lain yang juga punya rutinitas padat, mari sama-sama introspeksi dan berusaha merubah kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa berdampak besar. Jangan ragu untuk saling mengingatkan dengan cara yang penuh kasih sayang. Bersama, kita bisa membangun keluarga yang harmonis dan diridhai Allah. Semoga pengalaman ini bermanfaat sebagai pengingat dan motivasi kita semua untuk menjadi versi terbaik dari seorang ibu rumah tangga.