Terobsesi
Hi Lemonade 🍋 Perkenalkan Namaku Nahwa, usia ku 23th. Simak cerita ku, yuuu.....
Pernah ga si kalian ngerasa kulit kalian kusam, tidak cerah, dan merasa kalau ga putih = Gak cantik? Yap aku pernah merasakan hal seperti ituuu. sewaktu sekolah aku sangat terobsesi ingin putih seluruh tubuh, padahal kulitku tipe yg kuning Langsat, cuma bukan kuning Langsat yg cerah, yaaaa di tengah² laaaah..
Tau sendirilah anak remaja mau yg instan tanpa melihat resiko ny, yg penting Putiiiihhh..... mulai dari konsumsi obat yg harganya 350/botol, body lotion nonBPOM, daaaan bnyk sgala macam yg udah pernah aku coba, tapi gak sampai suntik putih yaaaa, waktu itu Masi skola budget ny gak cukup.
2 botol aku Konsumsi obat pemutih, gak ada hasssil sama sekali, you know laaah apa yg bakal d lakuin selanjutnya???... Yaap belum puas jugaaa, Masi mencari² gimana caranya biar bisa putih secepat kilat, akhirnya ada yg rekomendasi kan body lotion pemutih yg non BPOM, non label, kemasan polosan, sebut saja Mawar... hehe bukan bukan guys.. sebut saja "Hb Dosting", harga ny 200/botol. 3 botol sudah ku pakai, ada perubahan... perubahan ny wowwww bgttt, puttiiiiih bnr² putih bgtttt, sayang ny aku gada fotonya, maaf yeee.....
lanjoeeet.......
setelah 3botol pemakaian, timbulah strechmarck di paha, di betis, di bahu. benar² shock, dan nyesssel bgttt... sekarang aku udah gamau lagi terobsesi ingin putih, cintai apapun warna tone kulit kalian.. jgn terlalu berlebihan, ga baik. dan selalu berhati-hati jika memilih skincare or body care, jangan sampai obsesi kalian itu merusak tubuh kalian.
Obsesinya ingin kulit putih memang kerap dialami banyak remaja, terutama yang merasa kulitnya tidak cerah atau kusam. Namun, penggunaan obat pemutih dan body lotion non-BPOM tanpa label resmi seringkali menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Banyak produk tersebut mengandung bahan berbahaya seperti merkuri dan steroid yang dapat merusak kulit serta organ tubuh jika dikonsumsi atau dipakai secara sembarangan. Stretch mark yang muncul di paha, betis, dan bahu setelah memakai produk tersebut biasanya terjadi karena kulit mengalami peregangan cepat akibat iritasi atau peradangan. Efek samping lain yang bisa muncul yaitu ruam, kemerahan, bahkan berpotensi kerusakan permanen. Hal ini sebaiknya menjadi peringatan untuk kita semua agar tidak tergiur dengan janji 'pemutih instan' yang tidak jelas asal usulnya. Selain dari sisi bahaya, fenomena obsesi kulit putih juga menunjukkan bahwa standar kecantikan di masyarakat masih sangat terpusat pada warna kulit cerah. Padahal, kecantikan sejati sebenarnya berasal dari bagaimana kita merawat dan mencintai warna kulit alami kita sendiri. Mengenali tipe kulit, memilih produk skincare yang aman dan BPOM terdaftar, serta menjalani pola hidup sehat jauh lebih penting dan berkelanjutan. Untuk yang ingin mencerahkan kulit dengan cara sehat, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit atau ahli kecantikan terpercaya. Gunakan produk yang mengandung bahan aman seperti vitamin C, niacinamide, atau ekstrak tanaman yang sudah terbukti efektif dan ramah kulit. Jangan lupa pula pentingnya perlindungan dari sinar matahari dengan selalu memakai sunscreen. Kisah Nahwa ini bisa menjadi pelajaran dan motivasi bagi yang pernah atau sedang terobsesi ingin putih. Cintailah warna kulit masing-masing dan berhati-hatilah dalam memilih produk kecantikan agar tidak menimbulkan efek samping berbahaya. Ingat bahwa kulit sehat dan terawat adalah kunci kulit cantik yang sesungguhnya.
