Lagi istirahat setelah kesibukan disiang hari, iseng² aku ambil HP buat foto suami dan anakku😄. Kebersamaan ayah dan anak perempuannya 🥰. Alhamdulillah suamiku bisa membersamai anak kami di rumah karena usahanya juga dilakukan di rumah. Dan karena itu anakku jg jadi cukup dekat dengan ayahnya. Aku bersyukur, ditengah isu fatherless yg terjadi di negara kita, suamiku bisa selalu hadir dalam tumbuh kembang anak kami.
Semoga ini akan selalu jadi bagian dari kenangan indah anakku yg tentunya bisa memberikan dampak positif untuk tumbuh kembangnya.
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku termasuk yang mikir kalau urusan anak itu lebih banyak tanggung jawab ibu. Tapi setelah sering lihat sendiri kebersamaan ayah dan anak perempuan kami di rumah, pandanganku pelan-pelan berubah. Gambar ayah dan anak yang lagi berbaring santai sambil lihat ponsel bareng, anak pakai piyama bunga, kelihatannya simpel banget. Tapi buat aku, itu bukan sekadar foto lucu buat di-posting, melainkan momen yang punya dampak besar ke tumbuh kembang anak.
Suamiku tipe ayah yang nggak gengsi main sama anak perempuan. Kadang mereka nonton video bareng, baca buku cerita, atau cuma ngobrol random tentang hal-hal kecil yang ditemui anak seharian. Dari situ aku lihat sendiri bagaimana anakku belajar banyak hal dari ayahnya: cara berpikir lebih tenang, cara menyelesaikan masalah kecil, sampai hal sesederhana belajar berkata "tolong" dan "terima kasih".
Yang menarik, interaksi ayah vs anak perempuan itu ternyata beda banget dibanding anak sama ibu. Kalau sama aku, anakku lebih ekspresif dan manja. Tapi kalau sama ayahnya, dia cenderung banyak bertanya dan suka negosiasi, seolah-olah dia tahu ayahnya bisa diajak diskusi. Misalnya, saat dia minta nonton lebih lama, ayahnya nggak langsung melarang, tapi diajak hitung waktu, dijelasin kenapa harus berhenti, lalu diajak ganti kegiatan. Dari pola komunikasi kayak gini, aku merasa anakku belajar logika dan empati sekaligus.
Kehadiran ayah di rumah juga bikin suasana keluarga jauh lebih hangat. Karena suamiku kerja dari rumah, intensitas kebersamaan mereka tinggi. Anak jadi nggak sungkan cerita kalau ada masalah di sekolah atau pertemanan. Kadang aku cuma duduk di sudut ruangan, melihat kebersamaan mereka aja aku udah bahagia. Rasanya lega karena anakku punya figur ayah yang hadir, bukan cuma hadir secara fisik, tapi juga emosional.
Aku sadar nggak semua keluarga punya kesempatan yang sama, ada banyak faktor seperti pekerjaan dan kondisi masing-masing. Tapi dari pengalaman pribadi, kalau ada sedikit ruang untuk ayah meluangkan waktu bersama anak perempuan, dampaknya terasa. Nggak harus momen besar; hal sederhana seperti baca buku bareng sebelum tidur, nemenin anak belajar, atau sekadar rebahan sambil ngobrol ringan sudah cukup untuk bikin anak merasa dicintai dan aman.
Kalau kamu punya foto atau gambar ayah dan anak di rumah, coba sesekali lihat lebih dalam: apa yang mereka bicarakan, bagaimana cara mereka saling menatap, dan bagaimana anakmu bereaksi. Di situ biasanya kelihatan banget kualitas hubungan mereka. Buat aku, momen-momen kecil inilah yang pelan-pelan membentuk kenangan indah dan karakter anak di masa depan. Dan sebagai ibu, rasanya hangat sekali bisa jadi saksi kebersamaan ayah dan anak perempuan yang penuh kasih sayang di dalam rumah.
🤩🥰🥰🥰🥰