... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar kata "hasian", aku sempat bingung. Ternyata, dalam bahasa Batak, "hasian" itu artinya sayang, kekasih, atau panggilan penuh kasih. Biasanya dipakai orang tua ke anak, pasangan, atau orang yang benar‑benar disayang. Jadi kalau ada yang manggil kamu "hasian", itu tandanya kamu istimewa di hati mereka.
Menariknya, kata sederhana seperti "hasian" ini sering muncul justru di momen-momen yang berat. Misalnya saat sedang diuji, orang tua memeluk anak sambil bilang, "Sabar ya hasian, doa aja sama Tuhan." Dari situ aku makin ngerasa, cinta manusia dan kekuatan doa itu saling nyambung. Kita dipanggil dengan penuh kasih, lalu diarahkan untuk kembali pada Allah lewat doa.
Kalimat di gambar, "Nasib tak bisa diduga, takdir tak bisa dirubah, tapi doa bisa merubah segalanya" bener-bener ngena. Dalam hidup, kita sering kali nggak ngerti kenapa sesuatu harus terjadi: gagal kerja, hubungan kandas, atau tiba-tiba sakit. Tapi di tengah semua ketidakpastian itu, doa jadi pegangan. Bukan berarti kita memaksa Allah mengubah takdir, tapi lewat doa, hati kita yang berubah: lebih tenang, lebih ikhlas, dan jalan keluar pelan-pelan dibukakan.
Aku sendiri pernah ada di fase merasa semua buntu. Di situ aku mulai biasain diri untuk setiap mulai aktivitas bilang "Bismillahirrahmanirrahim". Sesimple itu. Lalu sebelum tidur, aku curhat sama Allah seperti ngobrol: cerita takutku, harapanku, sampai hal-hal kecil yang mungkin orang lain nggak peduli. Pelan-pelan, aku lihat sendiri bagaimana hal yang tadinya terasa mustahil, ternyata dimudahkan satu per satu. Rasanya kayak benar-benar melihat makna "Nothing is impossible when Allah said: Kun Fayakun".
Buat kamu yang lagi cari "hasian artinya" dan secara nggak sengaja nyasar ke tulisan tentang doa ini, mungkin ini juga cara Allah menegur dengan lembut. Mungkin selama ini kamu sayang banget sama seseorang (hasian di hidupmu), tapi lupa menyertakan Allah dalam rasa sayang itu. Atau mungkin kamu lagi sayang banget sama rencana hidupmu, sampai lupa bahwa sekuat apa pun usaha, tetap doa yang menguatkan.
Kalau lagi down, coba mulai dari yang sederhana:
- Ucapkan Bismillah sebelum melakukan apa pun.
- Luangkan beberapa menit sehari khusus untuk doa yang dari hati, bukan sekadar hafalan.
- Kalau kamu orang Batak atau dekat dengan budaya Batak, ingat bahwa panggilan "hasian" itu bisa jadi pengingat bahwa kamu sendiri juga berharga di hadapan Allah.
Pada akhirnya, nasib memang tak bisa diduga dan takdir tak bisa diatur sesuka kita. Tapi dengan doa, sikap kita terhadap takdir bisa berubah. Hati yang tadinya penuh gelisah bisa jadi lebih lapang. Dan dari kelapangan hati itulah, sering kali jalan-jalan baru muncul, sesuatu yang dulu terasa mustahil jadi pelan-pelan mungkin. Kun Fayakun bukan cuma kalimat indah, tapi janji bahwa Allah Maha Mampu atas segala sesuatu.