... Baca selengkapnyaJujur, pertama kali baca kalimat “selamat pagi dunia tipu tipu”, aku kira itu cuma candaan receh di sosmed. Tapi makin ke sini, aku makin ngerasa kalimat itu mewakili perasaan banyak orang yang lagi capek sama realita. Dunia kelihatan baik-baik aja di luar, tapi di belakang layar ternyata penuh drama, kepalsuan, dan hal-hal yang nggak sesuai ekspektasi.
Kalimat ini biasanya dipakai buat nyapa pagi dengan nada sarkas. Bukan sekadar ucapan selamat pagi yang bahagia, tapi lebih ke: “yaudah, hari baru lagi di dunia yang kadang nggak bisa dipercaya”. Misalnya, lihat orang di media sosial yang hidupnya kelihatan mulus, jalannya selalu rapi kayak jalan beraspal di foto-foto aesthetic, langitnya mendung tapi vibe-nya tenang. Padahal kenyataannya, mereka juga punya masalah sendiri yang nggak kelihatan.
Buat aku pribadi, "dunia tipu tipu" itu rasa ketika ekspektasi nggak ketemu sama realita. Contohnya, udah kerja keras tapi hasilnya nggak sesuai, dikhianati orang yang dipercaya, atau ngerasa hidup orang lain kok lebih gampang. Pagi hari yang harusnya semangat malah kadang bikin cemas: hari ini bakal ditipu ekspektasi apalagi, ya?
Tapi seiring waktu, aku mulai sadar kalau kalimat ini jangan cuma dijadikan alasan buat terus-terusan negatif. Aku sekarang pakai kalimat ini lebih ke pengingat bahwa dunia emang nggak sempurna, jadi jangan terlalu keras sama diri sendiri kalau hidup nggak seindah yang kita lihat di luar. Langit mendung di atas jalan panjang itu normal; nggak setiap hari harus cerah.
Cara aku menyikapi “selamat pagi dunia tipu tipu”:
1. Tetap ucapkan selamat pagi ke diri sendiri dengan jujur. Kalau lagi capek ya aku akui, tapi tetap ingat masih punya kesempatan buat coba lagi hari ini.
2. Kurangi bandingin hidup dengan feed orang lain. Foto jalan mulus, bangunan rapi, rumput hijau itu hanya satu frame dari hidup mereka, bukan keseluruhan cerita.
3. Jadikan rasa “ditipu” dunia sebagai pelajaran. Dari situ aku belajar pilih lingkungan yang lebih sehat, lebih hati-hati percaya orang, dan lebih tulus ke diri sendiri.
4. Cari hal kecil yang bisa disyukuri tiap pagi. Sesimpel masih bisa lihat langit mendung, dengar suara kendaraan lewat di jalan, atau masih bisa ngopi sebelum mulai aktivitas.
Buat kamu yang sering ngetik “selamat pagi dunia tipu tipu artinya” karena lagi nyari jawaban, mungkin artinya bukan cuma soal kalimat itu, tapi soal perasaanmu sendiri yang lagi butuh dimengerti. Menurutku, nggak apa-apa punya hari di mana kamu ngerasa dunia ini tipu-tipu, yang penting jangan berhenti jalan. Pelan-pelan aja, selangkah demi selangkah, kayak jalan menanjak di foto: kelihatan berat di awal, tapi kalau diterusin, pemandangannya biasanya lebih lega di atas.