... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku agak bingung tiap orang ngomong soal accomplishments. Kedengarannya keren, tapi sebenarnya apa itu accomplishments? Setelah aku coba refleksi di akhir 2025, ternyata accomplishments itu nggak selalu hal besar seperti juara lomba atau naik jabatan. Buat aku, semua hal yang butuh usaha dan bikin kita berkembang bisa disebut accomplishments.
Misalnya, tahun ini aku berhasil rutin olahraga seminggu 3 kali, walaupun banyak godaan mager. Itu aku anggap pencapaian. Ada juga pencapaian kecil seperti berani presentasi di depan banyak orang, belajar skill baru, atau sekadar konsisten menabung tiap bulan. Hal-hal kayak gini sering kita anggap sepele, padahal kalau dikumpulin, bikin kita sadar kalau diri kita nggak jalan di tempat.
Cara aku merangkum accomplishments 2025 cukup sederhana. Pertama, aku bagi jadi beberapa kategori: diri sendiri, keluarga, karier/pendidikan, dan sosial. Di kategori diri sendiri, aku tulis semua perubahan positif yang berhasil aku lakukan, dari pola tidur yang lebih rapi sampai berhasil lebih mindful. Di kategori keluarga, aku tulis momen ketika aku lebih hadir buat orang tua, misalnya sering telepon, pulang lebih sering, atau bantu mereka tanpa diminta.
Di kategori karier atau pendidikan, aku catat hal-hal seperti naik level di kantor, lulus mata kuliah yang susah, ikut pelatihan, atau mulai proyek sampingan. Sedangkan di kategori sosial, aku tulis kegiatan volunteer, bantu teman yang lagi kesusahan, atau ikut komunitas baru. Waktu dituliskan, rasanya kayak melihat "sekotak kue-kue kecil aneka rasa" yang tertata rapi: tiap kue mewakili satu pencapaian dengan "hiasan berbeda". Ada yang manis, ada yang pahit, tapi semuanya punya peran.
Aku juga bikin semacam momen "Goodbye 2025" dengan menyalakan beberapa lilin di atas kue kecil sebagai simbol bersyukur atas semua pencapaian. Di situ aku sempat nulis pertanyaan di buku catatan: "Achievement 2025?" lalu jawab satu per satu. Ternyata, menutup tahun dengan cara reflektif kayak gini bikin aku lebih tenang dan nggak terlalu keras menilai diri sendiri.
Kalau kamu juga lagi mikir apa itu accomplishments dalam hidupmu, coba deh luangkan waktu sebentar untuk nulis. Nggak perlu bahasa formal, pakai gaya cerita sehari-hari saja. Tulis dari hal paling kecil yang kamu ingat sampai yang paling besar. Kadang kita baru sadar betapa jauhnya perjalanan kita ketika semuanya sudah tertulis. Dan dari situ, kamu bisa mulai merancang target baru untuk tahun berikutnya dengan lebih realistis dan penuh rasa syukur.
Intinya, buat aku, accomplishments adalah jejak usaha dan keberanian kita. Bukan sekadar gelar atau angka, tapi cerita di balik tiap usaha yang kita lakukan sepanjang tahun.