Akhir - akhir ini, lagi viral minuman atau makanan yang berbau matcha..
Dari kaula muda sampai IRT beranjak dewasa, banyak yang suka minuman atau makanan berbau matcha..
Tetapi, kamu #WajibTau ?? Bahwa matcha mempunyai beberapa manfaat, namun jika di konsumsi terlalu berlebihan dampaknya bagi tubuh kita jadi tidak baik..
#JujurAja aku bisa di bilang suka dengan matcha, dibandingkan kopi..
Walau sebenarnya, keduanya sama2x enak sih..
Kalau kamu lebih suka minuman kopii atau minuman matcha??
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku kira matcha itu "lebih aman" dari kopi, bahkan sempat mikir matcha tuh nggak ada kafeinnya. Soalnya rasanya lembut, nggak sekeras kopi hitam. Tapi setelah baca-baca dan coba perhatiin reaksi tubuh sendiri, ternyata matcha mengandung kafein juga, lho.
Matcha itu berasal dari daun teh hijau yang digiling halus, jadi saat kita minum matcha, kita sebenarnya mengonsumsi seluruh bagian daun tehnya. Karena itu, kandungan kafein di matcha bisa dibilang mirip bahkan kadang mendekati kopi, tergantung takarannya. Bedanya, kafein di matcha biasanya dilepas lebih pelan karena ada L-theanine, jadi efeknya nggak bikin jantung deg-degan sekeras kopi pada beberapa orang.
Di aku pribadi, kalau minum kopi susu kebanyakan, suka langsung berasa: jantung berdebar, agak gemetar, dan kadang bikin susah tidur. Tapi waktu coba ganti ke matcha latte, efeknya lebih halus. Tetap melek dan fokus, tapi nggak terlalu "ngagetin". Makanya banyak Gen Z dan IRT sekarang yang merasa matcha itu solusi kalau mau ngopi tapi takut deg-degan.
Kalau soal kandungan matcha dan kopi, kira-kira begini versi pengamatanku sebagai peminum keduanya:
- Kopi: kafeinnya tinggi, cepat berasa efeknya, tapi kalau perut kosong bisa bikin mual atau perih.
- Matcha: tetap mengandung kafein, ada antioksidan tinggi, bisa bantu fokus dan rileks, tapi kalau takarannya kebanyakan dan sering banget diminum, tetap bisa bikin jantung berdebar atau susah tidur.
Yang perlu diwaspadai dari matcha itu justru kalau kita mikir, "Ah ini kan teh, pasti aman", lalu minumnya tiap hari bahkan berkali-kali sehari. Dari info yang aku baca, konsumsi matcha berlebihan bisa berisiko ke kesehatan, misalnya:
- Karena kafeinnya cukup tinggi, bisa bikin cemas, gelisah, atau insomnia.
- Kalau diminum terlalu dekat dengan jam makan terus-terusan, ada yang bilang bisa ganggu penyerapan zat besi dan berisiko ke anemia.
- Dan kalau ekstrim banget (overdosis, tiap hari banyak banget), ada kemungkinan membebani hati.
Makanya, walau matcha kaya antioksidan, bisa bantu meredakan stres, dan meningkatkan metabolisme, tetap harus ada batasnya. Aku pribadi sekarang batasi: sehari cukup 1 gelas matcha latte, itu pun nggak setiap hari. Kalau sudah minum kopi di pagi hari, biasanya aku skip matcha biar kafein nggak numpuk.
Tips dariku sebagai IRT yang doyan minuman kekinian:
1. Perhatikan jam minum matcha. Usahakan nggak terlalu malam supaya tidur tetap nyenyak.
2. Jangan minum matcha berdekatan dengan suplemen zat besi atau saat lagi haid berat, supaya nggak makin lemes.
3. Waktu beli minuman matcha kekinian, pilih yang gulanya nggak terlalu tinggi, karena seringnya yang bikin nggak sehat itu gula dan krim berlebihan.
4. Kalau bikin sendiri di rumah, pakai bubuk matcha secukupnya, jangan kebanyakan dengan alasan biar "lebih terasa".
Jadi, menjawab pertanyaan "apakah matcha mengandung kafein?" — iya, matcha mengandung kafein. Bedanya cuma sensasi di tubuh mungkin lebih halus dibanding kopi. Tapi buat aku, kuncinya tetap sama: minum secukupnya, nikmati rasanya, dan kenali batas tubuh sendiri. Kamu tim kopi atau matcha? Atau sama kayak aku, suka dua-duanya tapi pintar-pintar ngatur waktu minumnya?
Aku suka banget matcha, tapi yaa ga sering juga sih, sesuai kan aja lah yaa sama kapan kepengen nya, bukan yg tiap hari dan dalam jumlah banyak hehe