Shalom..!!!

Selamat Sore..

..ketika mulut orang melukai..pilihlah diam..tenang..

dan memberkati..

Sebab Tuhan tdk memanggil kita utk membalas

kejahatan,.melainkan memanggil kita untuk

berjalan dalam berkatNYA..

Mengucap syukur untuk penyertaan Tuhan yg sempurna hingga sore hari ini..Amin..🙏😇🥰

#Fbpro

#Jangkauanluas

#SKSD

#Fyp

#Kreatorpemula

Kabupaten Kepulauan Sangihe
4/29 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi kata-kata yang melukai memang bukan hal yang mudah, apalagi jika kita merasa disakiti oleh orang terdekat. Dari pengalaman pribadi, memilih diam dan tetap tenang justru memberikan ketenangan batin yang luar biasa. Saat kita menahan diri untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sedang melatih diri untuk mengikuti panggilan hidup yang lebih mulia, yaitu berjalan dalam berkat-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering mencoba untuk mengucap syukur meskipun menghadapi tantangan, termasuk ketika perkataan orang lain menyakitkan. Mengucap syukur membantu saya fokus pada hal-hal positif dan penyertaan Tuhan yang terus menguatkan. Ini bukan berarti kita membiarkan diri terus tersakiti, tapi lebih kepada cara menjaga hati agar tidak menjadi pahit. Mengasah kemampuan untuk memberkati orang yang melukai kita bukan hanya bermanfaat untuk mereka, melainkan juga untuk kedamaian hati kita sendiri. Saya rutin melakukan refleksi dan doa supaya bisa berhati lembut dan kuat menghadapi situasi negatif. Melalui proses ini, saya semakin menyadari bahwa Tuhan memanggil kita bukan untuk membalas dendam, melainkan untuk menjadi sumber berkat bagi sesama. Bagi Anda yang juga ingin menguatkan diri menghadapi luka dari perkataan orang lain, cobalah untuk mempraktikkan diam yang tenang dan mengucap syukur atas berkat yang kita terima setiap hari. Hal kecil ini bisa membawa perubahan besar dalam hidup, membuat kita lebih bijaksana dan damai dalam menjalani kehidupan.