... Baca selengkapnyaAku sering banget ngerasa kangen sama sahabat, tapi kadang bingung mau mulai "surat untuk teman" dari mana. Akhirnya aku coba nulis pelan-pelan, sejujur mungkin, kayak lagi ngobrol langsung. Buat kamu yang lagi pengen nulis surat buat bestie, ini beberapa hal yang biasanya aku lakukan.
Pertama, aku mulai dari cerita singkat tentang pertemuan kita. Misalnya: "Ingat nggak pertama kali kita foto bareng tujuh orang, senyum lebar semua, dan tulisan di gambar 'kangen ma bestyku'? Dari situ aku sadar, kamu itu rumah buat aku." Hal-hal kecil yang pernah kalian lewati bareng ternyata ampuh banget bikin surat terasa hangat.
Kedua, aku tulis alasan kenapa aku bersyukur punya dia. Nggak usah muluk-muluk, cukup yang sederhana: dia yang selalu dengerin curhat, nemenin saat sedih, atau sekadar ngingetin buat makan. Kadang aku tulis: "Tanpa kamu, mungkin aku nggak sekuat sekarang. Terima kasih sudah jadi bestyku yang selalu ada, bahkan di hari-hari paling berantakan." Surat untuk teman yang jujur kayak gini biasanya bikin dia tersentuh.
Ketiga, aku ceritain rasa kangen yang bener-bener kerasa. Misal, kalau sekarang jarang ketemu karena kerja atau kuliah, aku tulis: "Aku kangen obrolan random kita, kangen foto-foto bareng, kangen ketawa sampai lupa waktu. Foto kita tujuh orang itu sekarang kerasa beda, karena aku sadar betapa berharganya momen itu." Nggak apa-apa kok kalau surat kamu terdengar mellow, selama itu dari hati.
Terus, aku suka selipin harapan ke depan. Contohnya: "Semoga kita tetap saling dukung, walau sibuk masing-masing. Aku pengen nanti kita tua bareng, masih bisa cerita tentang betapa kangen ma bestyku di masa muda." Harapan kecil kayak gini bikin surat terasa hangat sekaligus bikin hubungan makin kuat.
Kalau kamu bingung soal gaya bahasa, pakai aja bahasa sehari-hari yang biasa kalian pakai. Nggak perlu puitis banget, yang penting tulus. Kamu bisa mulai dengan sapaan akrab, lalu lanjutin dengan cerita, rasa kangen, dan ucapan terima kasih. Di akhir, aku biasanya tutup dengan kalimat yang bener-bener ngegambarin perasaanku, kayak: "Pokoknya, kamu bukan cuma teman. Kamu keluarga yang aku pilih sendiri. Dari aku yang selalu kangen ma bestyku."