Kamu gak bisa kontrol semua hal, apalagi mulut orang lain.

Tapi kamu bisa kontrol apa yang kamu pilih untuk peduli.

✨ Seni bodo amat itu bukan tentang jadi dingin,

tapi tentang menyaring energi.

Mana yang layak bikin kamu mikir,

dan mana yang cuma buang-buang waktu.

Mentalmu akan lebih tenang, kuat, dan bebas. 🤍

📌 Save postingan ini kalau kamu sering overthinking.

💬 Menurutmu, apa hal yang sebaiknya kamu “bodo amat”-in sekarang?

👉 Follow untuk konten self-love & self-growth lainnya.

#selfrimender #selfgrowth🌱 #selflovejourney❤️

2025/10/6 Diedit ke

... Baca selengkapnyaAku pernah ada di fase di mana satu komentar orang bisa kepikiran sampai berhari-hari. Apalagi kalau lihat gambar orang dengan background hitam polos atau foto yang kelihatan “misterius”, pikiranku langsung lari ke mana-mana dan overthinking sendiri. Padahal sebenarnya, yang bikin capek itu bukan gambarnya atau orangnya, tapi cara pikirku yang terlalu peduli sama penilaian orang. Pelan-pelan aku belajar, seni bodo amat itu bukan berarti jadi orang yang cuek beku dan gak punya empati. Buatku, seni bodo amat itu lebih ke kemampuan memilih: mana yang perlu aku simpan di kepala dan hati, dan mana yang cukup lewat saja, kayak lihat gambar hitam polos di timeline — dilihat sebentar, paham konteksnya, lalu scroll lagi tanpa bawa-bawa perasaan. Sekarang, setiap kali ketemu komentar atau situasi yang bikin gak nyaman, aku coba tanyain diri sendiri: - "Apakah ini benar-benar penting buat hidupku?" - "Orang yang ngomong ini beneran kenal aku atau cuma lihat dari permukaan aja?" - "Kalau aku mikirin ini 3 jam ke depan, ada manfaat konkretnya gak?" Kalau jawabannya kebanyakan "nggak", ya di situ aku latihan seni bodo amat. Sama kayak lihat gambar orang hitam polos: mungkin estetik, mungkin penuh makna, tapi gak semua harus dianalisis sedalam itu sampai bikin kepala penuh. Satu hal lagi yang ngebantu aku adalah mengatur fokus visual dan pikiran. Misalnya, saat lihat konten di media sosial: - Kalau itu menginspirasi, menenangkan, atau bikin aku merasa lebih baik, aku izinkan diriku menikmati dan menyimpannya. - Kalau itu bikin insecure, iri, atau bikin aku ngerasa gak cukup, aku mulai pilih untuk skip, mute, atau bahkan unfollow. Dari situ aku sadar, menjaga kesehatan mental itu mirip sama memilih foto mana yang mau kita simpan di galeri. Kita gak wajib menyimpan semua. Ada gambar yang cukup dinikmati sekilas, ada juga yang memang layak disimpan karena punya arti. Jadi kalau kamu lagi capek sama omongan orang, coba bayangin aja semua suara itu kayak deretan gambar: ada gambar orang hitam polos, ada yang ramai warna, ada yang terang banget. Kamu punya hak penuh buat milih mana yang mau kamu zoom in, dan mana yang mau kamu lewatin begitu aja. Di situlah seni bodo amat pelan-pelan bikin mentalmu makin kuat, tanpa harus jadi orang yang dingin dan gak peduli.

Cari ·
masak udang

13 komentar

Gambar Lemon8er
Lemon8er

haii ka salam kenal🥰

Lihat lainnya(1)
Gambar ~
~

Makasi ka