wedding planner 💗
Pas mulai nyiapin nikah, aku tuh bingung harus mulai dari mana. Akhirnya aku bikin wedding planner di Excel/Google Sheet biar semua lebih kebayang. Buat kamu yang mau coba juga, aku ceritain step by step versi aku ya. Pertama, tentuin dulu tujuannya: mau pakai wedding planner buat apa saja. Di template yang aku pakai ada beberapa sheet: Dashboard, Wedding Budget, Guest List, Vendor Comparison, Task Tracker, Documents, Outfit Details, Moodboard, sampai Wedding Gifts. Nggak harus dipakai semua, tapi ini ngebantu banget biar nggak ada yang kelewat. Untuk budget overview, aku bikin kategori seperti: venue, catering, dekorasi, dokumentasi, MUA, outfit, mahar, perlengkapan sholat, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, perlengkapan dapur, pakaian dalam, pakaian luar, makeup, skincare, bodycare, dan “barang pribadi” lain. Di kolom Excel/Sheet aku isi: estimasi budget, actual (real) yang sudah keluar, total paid, total unpaid, lalu muncul remaining budget. Dari sini kelihatan jelas apakah masih on track atau sudah over budget. Kalau kamu nikahan di rumah, list persiapan pernikahan bisa kamu pecah jadi beberapa bagian: logistik (tenda, kursi, panggung), konsumsi (catering, snack, minuman), dekorasi, sound system, seragam keluarga, dan konsumsi panitia. Di Task Tracker aku tulis aktivitas per tanggal, misalnya: booking tenda, DP catering, survei dekor, fitting baju, sampai pengurusan dokumen KUA. Status-nya aku kasih label: not started, in progress, done, atau cancel. Guest List juga penting banget. Di sheet tamu aku bagi jadi keluarga, teman kantor, teman kuliah, tetangga, dan undangan khusus. Ada kolom nama, kontak, jumlah orang, dan status (sudah diundang/belum, konfirmasi hadir/tidak). Dari sini aku bisa lihat guest breakdown dan persentase hadir (kayak yang di template ada angka 75%). Ini kepakai banget buat ngatur catering dan kursi. Vendor Comparison aku pakai buat bandingin beberapa vendor: venue, dekor, foto-video, MUA, dan lain-lain. Kolomnya berisi harga, paket yang didapat, lokasi, catatan plus-minus, dan kontak. Enaknya, dari satu sheet langsung kelihatan mana yang paling cocok dengan budget dan kebutuhan. Buat kamu yang mau bikin sendiri di Excel: cukup buat beberapa sheet dengan judul seperti “Budget”, “Guest List”, “Vendor Comparison”, “Task Tracker”, dan “Documents”. Mulai dari kolom simpel dulu, nanti pelan-pelan bisa ditambah. Yang penting, rutin di-update tiap kali ada pembayaran atau progress baru. Serius, sejak pakai wedding planner ini, rasanya lebih tenang, no stress, no pressure—tinggal fokus ke love dan joy di hari H.
























boleh minta link nya dong