ini dia #Seandainya Verison Aku

2025/9/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenghadapi masa pandemi memang membuat banyak dari kita lebih intens merenungkan diri dan perasaan terdalam. Saya pernah merasakan kebingungan antara menutup diri dalam kenyamanan atau mencoba jujur pada hati, apalagi saat banyak hal positif ternyata muncul di tengah ketidakpastian. Seperti membersamai lagu BTS yang sering saya dengarkan, saya menemukan bahwa kadang berani mengungkapkan isi hati bisa memberikan kejelasan baru ataupun merubah pandangan kita terhadap sesuatu yang kita anggap berharga. Dalam pengalaman saya, berani 'curcol' atau curhat soal perasaan itu bukan mudah, terutama jika takut mengubah kondisi yang sudah terasa nyaman. Namun, justru dari situ saya belajar pentingnya menghadapi apa yang benar-benar dirasakan, bukan hanya menutup-nutupinya. Seperti dalam pidato-pidato motivasi yang saya temui selama pandemi, kejujuran pada diri sendiri memegang peranan penting untuk kesehatan mental dan memahami apa yang sebenarnya kita butuhkan. Terutama bagi yang pernah merasakan seperti saya, perasaan yang datang 'quietly, soft, warm, and a little bit confusing', memang sulit diartikan. Namun, memberi ruang pada perasaan tersebut dapat membuka kesempatan bagi kita untuk mengenal diri lebih dalam dan menemukan kebahagiaan sejati. Jadi, jika kamu pernah seandainya mencoba jujur pada perasaan, yuk berbagi cerita dan temukan kenyamanan dari pengalaman bersama.