Baik itu perlu, tapi tahu batas itu wajib.
Simpan kalau kamu pernah di fase ini.
#suarakata #katakehidupan #quotesrelate #realita #selfreminder
Pengalaman saya pribadi seringkali merasa harus selalu baik dan membantu orang lain tanpa memperhitungkan batas kemampuan dan kondisi diri sendiri. Awalnya, saya merasa itu adalah bentuk kebaikan yang mutlak dan tanpa syarat. Namun, lama kelamaan saya mulai merasa kelelahan secara emosional karena tidak semua orang menghargai atau membalas kebaikan saya. Hal ini sesuai dengan kutipan yang mengatakan, "Terlalu baik sampai lupa menjaga diri sendiri, sampai akhirnya sadar, tidak semua orang pantas diperlakukan sebaik itu." Kebaikan memang perlu, tapi jika berlebihan tanpa batas, dapat mengakibatkan kita menjadi korban eksploitasi atau merasa kehilangan energi positif. Maka dari itu, belajar untuk menetapkan batas sangat penting. Misalnya, dalam pertemanan atau hubungan kerja, kita harus bisa berkata tidak jika sesuatu terasa merugikan atau melelahkan. Menjaga diri sendiri bukan berarti egois, melainkan langkah bijak agar kebaikan yang kita berikan tetap berkualitas dan berdampak baik, bukan malah membuat kita terluka. Saya juga menemukan bahwa menjalin komunikasi terbuka dengan orang di sekitar membantu agar rasa saling menghargai tumbuh. Dengan begitu, kita dapat bersikap baik tanpa harus berkorban berlebihan. Jika suatu saat merasa terlalu memberi tapi hasilnya negatif, penting untuk introspeksi dan mempertimbangkan apakah orang tersebut memang layak mendapatkan kebaikan lebih dari kita. Intinya, kebaikan itu harus diseimbangkan dengan pengetahuan tentang batasan diri sendiri agar kita tidak lupa menjaga kesehatan mental dan emosional. Semoga pengalaman ini bisa menjadi pengingat bagi siapa saja yang pernah berada di fase memberikan kebaikan tanpa mengenal batas.
