GANTI GENTENG NANTI JUGA GANTI JUGA PENYANGGA NYA..NEGARA MISKIN BANYAK GAYA

Kementerian Keuangan memastikan akan mengalokasikan dana untuk program gentengisasi, penggantian atap seng di rumah masyarakat dengan genteng yang lebih kokoh dan nyaman. Program ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut anggaran program ini relatif kecil, tidak lebih dari Rp1 triliun, dan kemungkinan bersumber dari pos cadangan APBN, termasuk sisa dana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program gentengisasi menargetkan rumah-rumah dengan atap seng, karena material ini dianggap kurang nyaman dan cepat berkarat. Purbaya menekankan, hanya sebagian rumah yang akan diganti, sehingga anggaran lebih kecil dari perkiraan publik.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa penggantian atap seng dengan genteng adalah bagian dari upaya menciptakan lingkungan permukiman yang sejuk, nyaman, dan indah. “Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng. Seng panas, seng berkarat,” ujar Prabowo.

#indonesiagelap #viral #prabowosubianto #fyp #brandafypシ

2/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSaya pernah tinggal di sebuah rumah dengan atap seng dan merasakan langsung betapa panasnya saat siang hari, terutama saat musim kemarau. Panas yang terpancar dari atap seng membuat ruangan di bawahnya sangat tidak nyaman dan seringkali membuat saya enggan berlama-lama di dalam rumah. Oleh karena itu, program gentengisasi ini sangat tepat sasaran dan sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama yang belum mampu mengganti atap rumah mereka sendiri. Sebagai seseorang yang pernah mengalami langsung perbedaan menggunakan atap seng dan genteng, saya dapat mengatakan bahwa genteng memang jauh lebih baik dalam hal isolasi panas dan ketahanan. Genteng memungkinkan suhu dalam rumah tetap lebih sejuk, sehingga mengurangi kebutuhan pendingin ruangan dan akan berdampak positif pada kenyamanan keluarga. Selain dari sisi kenyamanan, genteng juga memiliki keawetan yang lebih baik dibanding atap seng yang mudah berkarat dan cepat rusak. Hal ini tentu membantu mengurangi biaya perawatan rumah dalam jangka panjang bagi rumah MBR. Walaupun dana yang dialokasikan pemerintah untuk program ini hanya kurang dari satu triliun rupiah dan hanya sebagian rumah beratap seng yang bisa diganti, saya percaya langkah kecil ini adalah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal rakyat, sekaligus turut memperindah lingkungan permukiman. Presiden Prabowo menyuarakan pentingnya menciptakan lingkungan yang nyaman dan indah, dan saya setuju bahwa rumah dengan genteng adalah salah satu wujud nyata dalam mewujudkannya. Program gentengisasi ini juga menunjukkan perhatian pemerintah pada masalah dasar yang sering kali dianggap sepele tapi berdampak besar pada kualitas hidup masyarakat. Dalam berbagai kesempatan, pengeluaran pemerintah memang harus diprioritaskan untuk kebutuhan mendesak seperti penanganan bencana, namun menyediakan lingkungan tempat tinggal yang layak bagi rakyat miskin juga sangat penting. Semoga program ini dapat berjalan lancar dan banyak membantu masyarakat yang membutuhkan. Dengan lingkungan rumah yang lebih nyaman dan sejuk, kualitas hidup masyarakat pasti meningkat, dan itu adalah tujuan utama dari setiap kebijakan pembangunan.