Badan Gizi Nasional Habiskan Rp 113,9 Miliar Hanya untuk Sewa Jasa Event Organizer di Tahu
Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi sorotan publik terkait transparansi penggunaan anggarannya. Kali ini, terungkap bahwa lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 113,9 miliar hanya untuk menyewa jasa event organizer sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data resmi, tercatat ada 31 paket pengadaan jasa event organizer yang mayoritas dilakukan untuk kegiatan di kantor pusat serta agenda peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Nilai kontraknya pun fantastis, dengan salah satu paket bimbingan teknis mencapai Rp 18,4 miliar. Kepala BGN berdalih bahwa penggunaan jasa pihak ketiga ini merupakan kebutuhan strategis karena sebagai lembaga baru, mereka belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menangani kegiatan berskala besar secara mandiri.
Pengalaman saya dalam mengamati penggunaan anggaran di berbagai lembaga pemerintah mengungkapkan bahwa pengadaan jasa event organizer memang sering kali menjadi poin perhatian publik. Sewa jasa EO dalam jumlah besar seperti yang dialami Badan Gizi Nasional (BGN) bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, penggunaan pihak ketiga bisa mempercepat pelaksanaan kegiatan besar dan menghadirkan profesionalisme dalam manajemen acara. Namun, jika anggaran yang dialokasikan terlalu besar dan tidak diimbangi dengan transparansi serta hasil yang terukur, masyarakat tentu merasa perlu mempertanyakan efektifitasnya. Dalam kasus BGN yang menghabiskan Rp 113,9 miliar hanya untuk EO, hal ini tampaknya berkaitan dengan status mereka sebagai lembaga baru yang masih membangun kapasitas internal. Saya pernah belajar dalam kegiatan serupa bahwa membangun tim internal event organizer memerlukan waktu, pelatihan, dan biaya yang tidak kalah besar. Oleh karena itu, lembaga baru sering menggunakan jasa eksternal sebagai solusi sementara agar program-program penting, seperti program Makan Bergizi Gratis, tetap berjalan lancar. Namun, penting agar BGN juga mulai merancang strategi pengembangan sumber daya internal agar ke depannya bisa mengurangi ketergantungan pada jasa pihak ketiga. Transparansi penggunaan anggaran harus terus dijaga dengan mengumumkan laporan secara berkala kepada publik. Hal ini tidak hanya membangun kepercayaan, tapi juga memastikan dana publik digunakan secara efisien dan berorientasi hasil. Sebagai warga yang peduli, saya mengharapkan BGN dapat menyelaraskan kebutuhan strategis dengan akuntabilitas yang tinggi. Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya krusial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga optimasi penggunaan anggaran harus selalu menjadi fokus utama. Semoga informasi ini bisa menjadi bahan refleksi bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan anggaran negara secara transparan dan tepat sasaran.

