5/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai warga negara Indonesia, saya merasakan ketidakadilan dalam penegakan hukum yang sering terjadi di negeri ini. Banyak kasus di mana rakyat kecil harus menghadapi hukuman berat, sedangkan para pejabat atau orang kuat tampak kebal dari jeratan hukum. Misalnya, dari kasus yang viral terkait bisnis startup Tani Hub, seseorang ancamannya hingga 11 tahun penjara dan denda miliaran rupiah karena investasi yang gagal, namun figur publik yang terkait seperti Presiden Jokowi atau tokoh lain belum pernah menghadapi tuntutan hukum yang setara meski terjadi indikasi kerugian besar negara. Fenomena "tajam ke bawah tapi tumpul ke atas" ini membuat banyak orang kehilangan kepercayaan terhadap sistem hukum kita. Saya sendiri pernah mengalami proses hukum yang sangat melelahkan dan tidak adil, dimana bukti yang jelas tidak cukup untuk membebaskan saya dari tuduhan. Hal ini mendorong saya untuk terus ikut serta dalam diskusi publik dan kampanye agar penegakan hukum di Indonesia menjadi lebih adil dan tidak diskriminatif. Semangat bermimpi tentang Indonesia yang hukum dan aparat penegak hukumnya benar-benar adil sangat saya dukung. Kita semua berhak berharap bahwa penegakan hukum bisa menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Dengan adanya transparansi dan akuntabilitas yang kuat, diharapkan tidak ada lagi keputusan hukum yang diduga "pesanan penguasa". Semoga video dan suara rakyat yang mengeluhkan kondisi hukum ini bisa sampai ke para pengambil kebijakan dan aparatur hukum agar perubahan nyata bisa terjadi. Mari kita terus kritis sekaligus konstruktif memberikan masukan agar penegakan hukum Indonesia semakin baik, mengedepankan keadilan, dan memberikan efek jera yang sama bagi semua pihak tanpa diskriminasi.