Gue pikir cicilan tuh udah cukup horor… sampe nonton RIBA dan liat ada bapak yang solusi bayar hutangnya pake NUMBAL ANAK ðŸ˜
Ini film tuh bukan cuma serem—tapi juga nyentil dompet & hati.
Tanggal 4 Desember siap-siap ya… hutang boleh ngeri, tapi film ini lebih ngeri lagi! 🤣🎬
@Verona Pictures Official
Film RIBA berhasil menghadirkan tema unik tentang hutang yang dibumbui dengan nuansa horor yang menegangkan. Cerita film ini bukan sekadar tentang cicilan yang menumpuk, melainkan tentang konsekuensi ekstrim yang dialami seseorang ketika memilih jalan hitam membayar utangnya dengan mengorbankan anak sendiri, yang disebut sebagai "numbal anak". Tema ini mengangkat isu sosial yang sensitif dan jarang tersentuh dalam genre horor Indonesia. Dalam budaya dan masyarakat Indonesia, hutang seringkali menjadi masalah pelik yang dapat menimbulkan tekanan mental dan finansial. Film ini memperlihatkan bagaimana hutang yang tidak terkelola dengan baik dapat membawa akibat fatal, bahkan sampai ke ranah mistis. Berkat penggabungan antara elemen horor dan kritik sosial, RIBA mampu menggugah penonton untuk merenungkan risiko serta bahaya riba atau bunga utang yang berlebihan. Selain itu, film RIBA juga menjadi refleksi tentang bagaimana seseorang bisa terjebak dalam lingkaran hutang yang menyiksa, serta dampaknya bagi keluarga, terutama anak-anak. Kisah ini membuka dialog mengenai pentingnya literasi keuangan dan kewaspadaan terhadap praktik riba yang kadang sulit dihindari di kehidupan sehari-hari. Bagi penggemar film horor Indonesia, RIBA menawarkan sensasi seram yang berbeda dengan mengetengahkan isu nyata yang dekat dengan masyarakat. Melalui cerita yang kuat dan menyentil emosi, film ini tidak hanya menghibur tapi juga mengedukasi penonton mengenai bahaya utang yang tidak sehat. Jangan lupa catat tanggal 4 Desember untuk menonton film ini dan rasakan perpaduan horor dan pesan moral yang mengena.
