50.000 Ditangan Gen Z 20+ dapet apa aja yaa???
HeiHai Lemons...
Udah akhir pekan aja nihh..
Sebagai mahasiswa akhir yang cukup padat jadwalnya deadline, hari minggu pasti aku mengagendakan untuk belanja kepasar untuk stok sayur seminggu. Karena males keluar juga sih hihi
Kapan-kapan deh aku share sayur yang sering aku beli dan lumayan tahan untuk stok di kos/asrama.
Btw, disini aku cuman sharing belanjaan sayur aja. Bcs untuk lauk aku lebih prefer beli harian, biar tetep enak dan fresh..
Untuk belanja mingguan sayuran ini aku nge-budget sebesar Rp50.000,- dan itu tuh masih sisa lumayan buat beli lauk 1 mingguan. Jadi bisa hemat deh..
Buat Lemons yang nge-kos/asrama gimana nih? Sharing Yukk..
Sebagai mahasiswa yang sering sibuk dengan berbagai deadline, saya juga merasakan pentingnya mengatur anggaran belanja dengan bijak, terutama saat tinggal ngekos. Dari pengalaman saya, mengalokasikan Rp50.000 untuk belanja sayur selama seminggu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, asal tahu sayur apa yang tahan lama dan mudah disimpan tanpa kulkas. Misalnya, saya sering membeli jamur, sawi, atau wortel yang bisa bertahan beberapa hari jika disimpan di tempat yang sejuk. Selain itu, membeli bumbu dasar seperti cabe bubuk dan saus oriental dengan harga terjangkau juga membantu menambahkan cita rasa pada masakan tanpa harus keluar banyak biaya. Untuk lauk, saya lebih memilih beli harian agar tetap segar dan tidak cepat basi, apalagi karena di kos saya tidak punya kulkas. Tips lainnya adalah selalu membuat daftar belanja sebelum ke pasar agar tidak kalap membeli barang yang tidak perlu. Manfaatkan juga promo di pasar tradisional jika ada. Dengan cara ini, sisa uang dari Rp50.000 bisa digunakan untuk membeli lauk selama seminggu, seperti telur atau ayam, sehingga makanan tetap bergizi dan variatif. Bagi teman-teman yang juga ngekos, saya sarankan coba cara ini agar kebutuhan makan tetap terpenuhi tanpa harus boros. Selain hemat, memasak sendiri juga lebih sehat dan bisa menyesuaikan dengan selera. Jangan lupa untuk selalu berbagi pengalaman dan resep hemat ke teman-teman supaya kita sama-sama bisa bertahan dan tetap produktif selama masa kuliah atau kerja.


