Doa merubah takdir
Sejujurnya, dulu aku termasuk orang yang agak ragu: bener nggak sih doa bisa mengubah takdir? Sampai akhirnya aku kenal doa yang bunyinya “Allahumma in kunta katabtani min ahli asy-syaqawah famhinii waktubni min ahli as-sa’adah…”. Doa ini sering dikaitkan dengan kisah Umar bin Khattab dan dijelaskan oleh beberapa ustadz, salah satunya Ustadz Hanan Attaki. Kurang lebih lafaz Arab yang sering disebut adalah: "Allahumma in kunta katabtani min ahli asy-syaqawah, famhinii waktubni min ahli as-sa’adah. Fa innaka tamhuu ma tasyaa’u wa tutsbit, wa ‘indaka ummul kitab." Artinya dalam bahasa Indonesia: “Ya Allah, jika Engkau telah mencatatku sebagai orang yang celaka dan sengsara, maka hapuslah catatan itu ya Allah. Catatlah aku sebagai orang yang bahagia dan beruntung. Sesungguhnya Engkau menghapus apa yang Engkau kehendaki dan menetapkan (apa yang Engkau kehendaki), dan di sisi-Mu lah Ummul Kitab (Lauh Mahfuz).” Cara aku mengamalkan doa mengubah takdir ini biasanya di waktu-waktu mustajab, misalnya: - Setelah shalat tahajud - Setelah shalat wajib, terutama setelah subuh dan isya - Saat merasa lagi di titik terendah dan benar-benar butuh pertolongan Allah Tips dari pengalamanku supaya doa ini lebih terasa: 1. Baca pelan-pelan sambil benar-benar membayangkan kalau catatan hidup kita sedang di-“edit” oleh Allah dari sesuatu yang buruk menjadi baik. 2. Sertakan istighfar dulu, karena dosa-dosa kita sering jadi penghalang doa. 3. Jangan cuma minta takdir diubah, tapi juga niat berubah: perbaiki shalat, tinggalkan maksiat, dan tambah amal shalih. Aku ngerasa ketika rutin baca doa ini, terutama saat lagi banyak masalah, hati jadi lebih tenang. Bukan berarti semua masalah langsung hilang, tapi cara Allah mengatur jalan keluar itu beda: kadang dipertemukan dengan orang baik, kadang diberi keberanian buat ambil keputusan yang dulu takut banget aku ambil. Buat yang lagi cari doa mengubah takdir atau doa ubah takdir dalam bahasa Arab dan artinya, menurutku penting juga untuk ingat bahwa takdir itu ada yang sudah pasti (seperti ajal, jenis kelamin, dsb.) dan ada yang Allah izinkan berubah melalui doa, sedekah, dan usaha. Jadi jangan cuma hafal “Allahumma in kunta katabtani…” saja, tapi barengi dengan keyakinan bahwa Allah Maha Menghapus dan Menetapkan sebagaimana diisyaratkan dalam surat Ar-Ra’d. Kalau kamu baru pertama kali tahu doa ini, bisa mulai dengan menuliskannya di catatan HP atau ditempel di dekat tempat shalat. Baca pelan-pelan sambil belajar tajwidnya. Lama-lama insya Allah hafal, dan doa ini bisa jadi salah satu senjata terkuatmu saat hidup terasa berat dan kamu pengin takdirmu berubah jadi lebih baik.






























aamiin