Curhat Aib di Medsos? Hati - Hati ...
Hadits Larangan Buka Aib Diri Sendiri ataupun Orang Lain
1. Larangan Membuka Aib Orang Lain
عَنْ أَبِي بَرْزَةَ الْأَسْلَمِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلِ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ، لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ يَتَّبِعْ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ»
رواه الترمذي (2032) وقال: حديث حسن صحيح.
Artinya:
Dari Abu Barzah al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Wahai orang-orang yang hanya beriman dengan lisannya namun imannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian menggunjing kaum Muslimin dan jangan mencari-cari aib mereka.
Sesungguhnya siapa yang mencari-cari aib saudaranya, Allah akan membuka aibnya; dan barang siapa Allah membuka aibnya, niscaya Allah akan mempermalukannya meskipun di dalam rumahnya.”
(HR. Tirmidzi).
2. Larangan Mengumbar Aib Diri Sendiri (Dosa yang Diumbar)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ:
«كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ الْمُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ، فَيَقُولُ: يَا فُلَانُ، عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ»
Artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seluruh umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan (al-mujāhirūn).
Dan di antara bentuk terang-terangan itu adalah seseorang berbuat dosa di malam hari, lalu Allah menutupi dosanya, namun di pagi harinya ia berkata:
‘Wahai Fulan, tadi malam aku melakukan ini dan itu,’ padahal Tuhan-nya telah menutupi dosanya semalaman, tapi ia malah menyingkap tirai penutup Allah atas dirinya.”
(HR. Muslim).




















































